BPPT Punya Banyak Prototipe yang Siap Dipakai Industri

Wednesday, July 30
ilustrasi

Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi, Unggul Priyanto mengatakan dirinya berupaya meningkatkan peran BPPT melalui layanan-layanan teknologi yang selama ini diberikan kepada masyarakat. Baik itu dalam bentuk konsultasi, rekomendasi, advokasi.

“Dengan demikian saya berharap BPPT nantinya akan semakin dikenal dalam hal pelayanan teknologi. Jadi, kalau nanti ada masalah teknologi maka akan selalu menanyakan kepada BPPT,” ujar Unggul.

Dikatakannya, BPPT punya banyak prototipe yang siap dipakai industri dan diproduksi untuk dipakai oleh masyarakat. "Seperti Early Warning System (EWS), alat pembaca e-ktp, pesawat tanpa awak. Kami juga akan menindaklanjuti arahan dari Menristek, dimana BPPT harus lebih fokus pada pangan, energi, dan air,” ungkapnya.

Unggul menyatakan, BPPT juga melakukan kajian-kajian seperti bagaimana memanfaatkan sumber energi untuk pembangkit listrik yang skala besar. Misalnya mengembangkan batu bara peringkat rendah dengan meng-upgrade menjadi batubara dengan kalori yang lebih tinggi kualitasnya sehingga bisa dipakai untuk pembangkit listrik skala besar.

“Maksud dari batubara peringkat rendah itu adalah yang masih memilliki kandungan air tinggi sampai 60 persen. Kita berusaha agar batubara yang kandungan airnya tinggi dikurangi airnya. Dengan demikian airnya rendah dan nilai kalorinya tinggi. Itu namanya teknologi coal upgrading. Dan, BPPT sudah punya prototipe alatnya untuk teknologi coal upgrading itu. Kita juga sudah tawarkan kepada PLN dan kalau tertarik bisa meminta kepada BPPT,” jelasnya.

Terkait substitusi BBM, Unggul menyatakan bahwa BBM ini adalah masalah yang sangat krusial. “Saat ini Indonesia mengimpor BBM sangat besar, yaitu satu juta barel per hari, sementara produksi kita hanya berjumlah 800 ribu per hari. Dengan demikian, substitusi BBM itu bukan sebagai alternatif lagi, tapi menjadi suatu keharusan,” tegasnya

Untuk substitusi BBM, Unggul melihat bahwa sebenarnya Indonesia memiliki potensi besar untuk pemanfaatan biofuel terutama yang berbasis kelapa sawit. “Mengapa? Karena produksi kelapa sawit kita itu sekarang minyaknya bisa mencapai 30 juta ton, sementara untuk pangan hanya 8 juta ton. Intinya, bagaimana caranya supaya minyak sawit yang sebagian besar di ekspor itu bisa dimanfaatkan untuk menggantikan solar di dalam negeri,” tambahnya.
Read more ...

Eurofighter, UK Minister Tout Capability Growth At Farborough Air Show

Wednesday, July 30
typhoon02

FARNBOROUGH, UK: The UK Defence Minister, Philip Dunne MP, gave his support to the Eurofighter Typhoon Program on Wednesday (16th July), when he gave the opening address at a major capability briefing aimed at evidencing exactly why the aircraft will play a major role as a backbone aircraft for the armed forces for many years to come.

The Parliamentary Under Secretary of State and Minister for Defence Equipment, Support and Technology (including Defence Exports) spoke in support of the Program and its capability growth plans just 24 hours after Eurofighter unveiled a Captor-E AESA radar system on an Instrumented Production Aircraft for the first time.

The integration of this new radar comes hot on the heels of the delivery of the Phase 1 Enhancement (P1E) package and underlines what Eurofighter are calling a ‘Paradigm Shift’ in capability as the platform secures its place as the most effective, capable and powerful swing role aircraft currently available.

The endorsement comes as the Program celebrates 250,000 flying hours and one of its core customers, the UK RAF, 100,000 flying hours with the Eurofighter Typhoon. Across the 20 operational units using the Eurofighter Typhoon the EJ200 Eurojet engine has also notched up a milestone – half a million hours without a single engine fire or uncontained failure – an unique record of reliability in service.

Briefing media and delegates former RAF Pilot Paul Smith, now a ‘Capability Manager’ for Eurofighter said: “P1E builds on the multi-role experience of the RAF bringing true swing role capability to all all of the partner nations.The integration of the Captor-E radar on to the Eurofighter cements its position as the premier operational combat aircraft.

Captor-E has an unique combination of large antenna aperture, wide field of regard and miniature transmitter receive modules (TRMs). This gives unrivaled detection and track capabilities, at greater ranges and out to angles beyond the beam, offering significant tactical advantages. Key features are the main antenna which is mounted at a tilt for significant radar signature reduction and its novel repositioning system which delivers the wide field of view whilst saving weight and complexity. Add those unique features to the increased flexibility, reliability and multi-task abilities inherent in an AESA radar and you have a class-leading sensor.”

Smith said: “Typhoon is well known for its outstanding platform performance; P1E delivers an intuitive Human Machine interface for swing role operations.This new sensor, along with our current and new weapons program, will give unrivaled lethality and flexibility.”

The P1Eb enhancements feed in lessons from the operations in Libya, enhancing the air-surface capabilities and completely revise the Human Machine interface for swing-role operations. They allow the pilot to seamlessly switch between air-to-air and air-to-ground modes.

Smith added: “The P1E package also paves the way for the Eurofighter to deploy deep strike stand-off weapons that can target high value highly protected surface targets. We are already deep into the integration and flight test of the Storm Shadow stand-off weapon. Storm Shadow has a proven combat record of penetrating the most highly defended target areas. The stealth is in the weapon; minimizing the risk to pilot and aircraft – and that, for us, and our customers is the key. The aircraft is highly survivable but it is even smarter not to put yourself unnecessarily in harms way.” The Captor-E’s Synthetic-Aperture Radar functionality will also prove extremely useful in suveying or locating surface targets.

Smith, said that the Captor-E, in combination with the other sensors such as PIRATE, will allow Typhoon to detect its targets first and utilize the superior kinetic energy of the platform and its weapons, such as the Meteor Beyond Visual Range (BVRAAM) missile to best effect.

He said: “This will allow it to continue to deliver air dominance.The underlying advantage of the Eurofighter Typhoon is that it is a hugely powerful and agile platform. The Meteor BVRAAM has a much higher average speed than legacy missiles and when combined with Eurofighter’s kinetics this delivers a ‘No Escape Zone’ up to three times greater than that of comparable weapons.”

Alberto Gutierrez, the CEO of Eurofighter GmbH said: “There is now no doubt that, with Captor-E AESA radar and P1EB, Eurofighter Typhoon has ‘come of age’. We are extremely grateful to the UK Defence Minister for his support at this important time in the evolution of the Program and we are grateful too, for NETMA who, representing the Nations, have given their backing to our capability development program. I fully believe that Eurofighter Typhoon is now ther best option for any procurer looking for true operational flexibility and all-round competitive advantage. We already have several countries interested in what we have to offer; our aim now is to turn that interest into firm orders. The arrival of Captor-E AESA radar gives us a real chance of doing that.”

Gallery
Eurofighter, UK Minister Tout Capability Growth At Farborough Air ShowEurofighter, UK Minister Tout Capability Growth At Farborough Air ShowEurofighter, UK Minister Tout Capability Growth At Farborough Air ShowEurofighter, UK Minister Tout Capability Growth At Farborough Air Show
Eurofighter, UK Minister Tout Capability Growth At Farborough Air ShowEurofighter, UK Minister Tout Capability Growth At Farborough Air ShowEurofighter, UK Minister Tout Capability Growth At Farborough Air ShowEurofighter, UK Minister Tout Capability Growth At Farborough Air Show

The P1Eb enhancement package for the Eurofighter also brings a suite of capability upgrades for the aircraft’s Defensive Aids Sub System (DASS) and the latest interoperability updates for the fighter’s Multifunction and Distribution Systems (MIDS) which together help ensure that the Eurofighter Typhoon is the most effective flying partner for allied aircraft.
Read more ...

Polda Metro Ciptakan Robot Polisi Kamtibmas

Tuesday, July 29

Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya (Polda Metro Jaya) menciptakan robot untuk memantau keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

"Robot ini akan menyampaikan pesan pengetahuan kepada masyarakat seperti cara santun berlalu lintas," kata Kepala Polda Metro Jaya Inspektur Jenderal Polisi Dwi Prayitno di Jakarta Jumat (27/6).

Irjen Dwi mengatakan Polda Metro Jaya mengembangkan robot kamtibmas sebagai upaya pendekatan terhadap masyarakat dalam rangka menciptakan situasi keamanan yang kondusif.

Dwi mengungkapkan pihaknya mengembangkan robot pariwisata yang diciptakan ahli robot di internal Polda Jaya. Robot pariwisata itu akan memberikan informasi dan petunjuk lokasi wisata dan kantor polisi di wilayah Jakarta dan sekitarnya.

Sementara itu, Direktur Pengamanan Objek Vital Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Adi Cahyo menambahkan pihaknya merancang robot pariwisata masih berbentuk prototype. "Kita akan kembangkan terus," ujar Adi dikutip Antara.

Adi mengungkapkan robot itu akan ditempatkan di lokasi yang strategis seperti bandara dan kawasan yang dikunjungi wisatawan.

"Untuk sementara kita program untuk tiga bahasa yaitu bahasa Inggris, Mandarin dan Indonesia," ujar Adi.

Adi menganggap tiga bahasa itu bahasa yang banyak digunakan wisatawan. Polda Metro Jaya bekerja sama dengan Dinas Pariwisata DKI Jakarta guna mengembangkan teknologi robot itu.
Read more ...

Japan, Britain to launch joint missile

Tuesday, July 29
Japan, Britain to launch joint missile research: report

Japan and Britain are to jointly develop missile technology for fighter jets, while Tokyo may also start exporting Japanese-made parts for US surface-to-air missiles, a report said Thursday.

The plan — which comes months after Japan lifted a self-imposed ban on weapons exports — was likely to be approved by Prime Minister Shinzo Abe’s cabinet at a meeting of the National Security Council on Thursday, the Mainichi Shimbun reported, without citing sources.

The joint research with Britain was linked to a European missile project called Meteor, while the parts exports would be destined for Washington’s Patriot Advanced Capability-2 (PAC-2) missile defence system, the report said.

If approved, the US exports would be the first since Japan in April approved a new policy that replaces its 1967 blanket ban on shipping arms overseas, the Mainichi said.

Under the new rules, weapon sales are still banned to conflict-plagued countries or nations that could undermine international peace and security, and they must contribute to international peace and boost pacifist Japan’s security.

Responding to questions about the Mainichi report, Chief Cabinet Secretary Yoshihide Suga, the Japanese government’s top spokesman, said: “I’m aware of the report but I don’t know the specifics.”

The Meteor project, which is developing missiles for Eurofighter planes, is being led by Franco-British missile maker Matra BAe Dynamics (MBD) along with other European firms.

An earlier report this month by the leading Nikkei business daily said Mitsubishi Heavy Industries plans to export a high-performance sensor to the United States for its PAC-2 missile defence system.

The sensor is a key component of an infrared device at the tip of the missile that identifies and tracks targets, the Nikkei said.
Read more: http://www.defencetalk.com/japan-britain-to-launch-joint-missile-research-report-60189/#ixzz384g6W5qW
Read more ...

Berharap Ada Perwira Indonesia Tampil di Jalur Gaza

Tuesday, July 29



KONFLIK di Jalur Gaza antara Palestina dan Israel mengingatkan Letjen (pur) Rais Abin pada peristiwa 36 tahun silam. Saat itu dia dipercaya sebagai panglima pasukan perdamaian PBB. Kiprahnya ikut mendamaikan Mesir dan Israel membuahkan Perjanjian Camp David.
--------------------------
Laporan Bayu Putra, Jakarta
--------------------------
PERISTIWA penandatanganan Perjanjian Camp David itu tidak bisa dilupakan Rais Abin. Perjanjian tersebut telah meredakan konflik antara Mesir dan Israel yang menduduki wilayah Gurun Sinai.

Perjanjian Camp David juga nyaris berdampak kepada perdamaian Israel-Palestina kalau saja presiden Mesir kala itu, Anwar Sadat, tidak terbunuh.

Saat ditemui di kantor pusat Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) di kawasan Semanggi, Jakarta, Selasa lalu (22/7), wajah Rais tampak berseri-seri. Dia selalu bersemangat setiap kali diminta bercerita tentang memori ketika memimpin pasukan perdamaian PBB di Gurun Sinai, Mesir.

Hingga saat ini Rais tercatat sebagai satu-satunya perwira militer Indonesia yang pernah memimpin pasukan perdamaian PBB. Apalagi, misi yang diemban sangat penting: mengawal perdamaian Mesir-Israel.

Ruang kerja Rais di lantai 11 Plaza Semanggi cukup lapang dan tidak banyak berisi perabotan. Selain meja kerja, tampak rak kayu untuk menyimpan kenang-kenangan penghargaan yang pernah diraihnya. Ada pula bendera LVRI, meja rapat, dan sofa untuk menerima tamu.

Saat ini Rais menjabat ketua umum Dewan Pimpinan Pusat LVRI. Di usianya yang tahun ini akan mencapai 88 tahun, Rais masih terlihat prima. Hanya keriput di wajah dan tangannya yang tidak bisa ditutupi bahwa pejuang kelahiran Bukittinggi, Sumatera Barat, itu sudah lanjut usia.

Rais mengharumkan nama Indonesia di kancah politik keamanan internasional saat terlibat dalam pasukan perdamaian PBB di Gurun Sinai pada 1976–1979. Dia dipercaya PBB sebagai panglima pasukan perdamaian yang mengomandoi 6.000 tentara dari tujuh negara perwakilan lima benua.

Selain tentara Indonesia, ada yang dari Polandia, Swedia, Finlandia, Kanada, Australia, dan dua negara Afrika (Senegal dan Ghana). Kiprah Rais dalam pasukan perdamaian itu dimulai saat dia bermain tenis dengan koleganya, Pangdam Siliwangi Mayjen Himawan Soetanto. Kala itu Rais masih menjabat wakil komandan Seskoad berpangkat brigjen.

Rais menuturkan, di tengah permainan itu mendadak Himawan harus menerima telepon dari Mabes ABRI (kini TNI). Tidak lama kemudian, telepon diberikan ke Rais. Rupanya, yang menelepon adalah Asisten Pembinaan Personel ABRI Susilo Sudarman. ”Saya diminta menjadi kepala staf UNEF (United Nation Emergency Force) di Gurun Sinai,” tuturnya.

Alumnus Seskoad Bandung dan Australia itu pun tidak kuasa menolak perintah tersebut karena penunjukan itu tidak bernada perintah, melainkan meminta tolong. Usut punya usut, ternyata Himawan yang merekomendasikan Rais kepada Susilo Sudarman saat menerima telepon. ”Kalau diingat itu kayak joke saja,” ujarnya seraya tertawa.

Rais pun berangkat ke Sinai pada 28 Desember 1975 dan memulai tugas awal Januari 1976 pada misi UNEF II. Karena kiprahnya yang dinilai baik dan mendapat persetujuan dari seluruh anggota Dewan Keamanan PBB, setahun kemudian Rais ditunjuk sebagai panglima UNEF II dengan pangkat mayjen atau bintang dua.

Dia menggantikan Letjen Bengt Liljenstrand asal Swedia yang mengundurkan diri pada 1 Desember 1976. Penunjukan Rais dilakukan lewat surat kawat pribadi dari Sekjen PBB kala itu, Kurt Waldheim. Tugas Rais adalah mendamaikan Mesir dan Israel yang bertikai gara-gara pendudukan Israel atas Gurun Sinai yang merupakan bagian teritori Mesir.

Bukan hal mudah untuk mendamaikan kedua negara yang sama-sama mengklaim Sinai sebagai bagian wilayahnya. Apalagi, posisi Rais saat itu tergolong sulit. Sebab, dia adalah warga negara Indonesia, dan Indonesia tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel.

Dengan susah payah, akhirnya Rais berhasil menemui Menteri Pertahanan Israel Shimon Peres. Peres kemudian menjadi presiden Israel hingga Kamis lalu (24/7) mengundurkan diri dari jabatannya itu di usia 90 tahun.

Persoalan belum berhenti sampai di situ. Menurut purnawirawan kelahiran 15 Agustus 1926 tersebut, meyakinkan pihak Mesir juga sulit. Blokade-blokade oleh tentara Mesir membuat dia dan pasukannya tidak bisa leluasa bergerak.

Mantan Dubes RI di Malaysia dan Singapura itu akhirnya menemui panglima militer Mesir untuk meminta keleluasaan bergerak. Rais mengancam akan mundur dari Sinai jika aktivitas pasukannya dipersulit.

Setelah blokade-blokade dibuka, Rais pun berkali-kali mengundang kedua pihak untuk berunding di markas UNEF di Sinai. ”Tiap dua minggu sekali saya adakan rapat dan selalu di situ (Sinai) karena Sinai merupakan wilayah PBB,” tutur bapak 3 putra, kakek 7 cucu, dan buyut 3 cicit itu.

Setelah Rais beberapa kali memfasilitasi pertemuan antara kedua pihak, tanda-tanda perdamaian mulai muncul. Lalu, dibuatlah konsep perjanjian damai yang akhirnya dinamai Camp David. Perjanjian tersebut sebenarnya memiliki benang merah dengan Palestina.

Ada dua kerangka perjanjian yang disusun. Kerangka pertama berkaitan dengan perdamaian di Timur Tengah, dalam hal ini penarikan mundur pasukan Israel dari Gaza dan Tepi Barat serta melarang pendirian permukiman baru Yahudi. Kerangka kedua berhubungan dengan perdamaian antara Mesir dan Israel. Pada akhirnya, hanya kerangka kedua yang ditandatangani.

Menjadi panglima pasukan perdamaian PBB membuat Rais dikenal banyak pemimpin dunia. Dia cukup akrab dengan Anwar Sadat dan pemimpin PLO Palestina Yasser Arafat.

Sebagai pejabat teras di PBB, dia bisa berkomunikasi langsung dengan Kurt Waldheim yang menjadi Sekjen PBB saat itu. Selama masa perundingan Mesir dan Israel, Gurun Sinai menjadi wilayah kekuasaan Rais.

Suami Dewi Asiah itu menuturkan, pada 1981 Anwar Sadat tewas karena dibunuh rakyatnya yang tidak setuju atas kunjungan Sadat ke Jerusalem. Itulah hal yang sangat disayangkan Rais. ”Sadat saat itu sedang berupaya untuk mengembalikan kedaulatan Palestina sesuai Resolusi PBB No 242 Tahun 1967,” tuturnya.

Kala itu Sadat merupakan satu-satunya pemimpin negara di Timur Tengah yang suaranya didengar Israel dan Amerika Serikat. Munculnya Resolusi 242 yang mewajibkan penarikan pasukan Israel dan mengatur batas antara Israel-Palestina juga tidak lepas dari lobi yang dilakukan Sadat.

Penerus Sadat, Husni Mubarak, ternyata tidak bisa tegas memperjuangkan resolusi tersebut. Penjajahan atas Palestina pun terus berlangsung sampai sekarang dengan kekuatan yang tidak sebanding. Menurut Rais, sebenarnya roket-roket pejuang Palestina tidak memberikan dampak apa pun kepada Israel selain perasaan risi.

Keberadaan Hamas dengan pasukannya, Brigade Izzudin Al Qassam, juga tidak lepas dari perang enam hari pada 1967. Gaza saat itu adalah tempat penampungan yang disediakan PBB bagi para pengungsi palestina yang terusir dari tanah airnya. Maka, tidak heran jika saat ini Hamas sangat membenci Israel.

Bagi Rais, untuk mengembalikan kedamaian di bumi Palestina, hanya ada satu solusi. ”Kembalikan batas negara sesuai Resolusi 242. Kalau tidak, konflik ini tidak akan pernah berakhir,” ucapnya. Resolusi 242 mengatur batas kedua negara, Israel di utara dan Palestina di selatan.

Karena itu, dia mengharapkan presiden Indonesia punya keberanian untuk mengungkit kembali resolusi tersebut di hadapan Sekjen PBB Ban Ki-moon. Perhatian Indonesia ke Palestina saat ini sudah cukup baik, namun akan lebih signifikan dampaknya jika bisa membuat PBB membahas lagi Resolusi 242.

Di luar kiprahnya sebagai panglima pasukan perdamaian, Rais punya peran penting di masa-masa awal kemerdekaan Indonesia. Kala itu Rais muda menjadi bagian Tentara Keamanan Rakyat yang menghadapi upaya agresi Belanda. Dia dan beberapa rekannya ditugasi menyuplai senjata untuk tentara maupun pejuang rakyat.

Dia diminta untuk menyelundupkan senjata dari Tumasek (Singapura). Untuk menyelundupkan senjata tersebut tanpa ketahuan Belanda, Rais dkk mengambil jalur laut. ”Kami berangkat dari Tegal (Jateng) menggunakan perahu yang panjangnya hanya 5 meter,” kenangnya.

Pilihan itu terpaksa diambil demi keselamatan. Saat itu Laut Jawa dikuasai armada AL Belanda. Jika nekat menggunakan kapal besar, sudah pasti mereka akan diserang. Upaya mereka tidak sia-sia karena berhasil menuntaskan misi tersebut.

Di usianya yang hampir satu abad, Rais kini menikmati kesibukannya di LVRI. Saat ditanya apa kunci kebugarannya, dia menjawab kesehatan fisik dan pikiran. ”Saya tidak punya ambisi, tidak ingin tenar,” ujarnya.

Bahkan, Rais mengaku tidak memiliki rumah di Indonesia. Ya, rumah yang saat ini ditempati Rais di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, adalah rumah milik istrinya. Rumah tersebut merupakan warisan mertua Rais. Satu-satunya rumah milik Rais berada di Sinai. Rumah tersebut merupakan pemberian PBB sebagai fasilitas jabatannya menjadi panglima pasukan perdamaian.

Satu hal yang masih menjadi keinginan Rais adalah melihat perwira TNI generasi sekarang menjabat panglima pasukan perdamaian PBB seperti dirinya. ”Kita punya banyak perwira hebat, saya yakin kita bisa punya peran yang lebih besar dalam perdamaian,” tandasnya. (*/c10/ari
Read more ...

Derita Muslim Palestina: Dijajah Israel, Dizhalimi Syiah

Tuesday, July 29



Oleh: Muhammad Pizaro, Jurnalis Kemanusiaan untuk Konflik Suriah



Mampus Amerika!

[Di Irak, Syiah Kerjasama dengan Obama]

Mampus Israel!

[Di Suriah, Bashar bergandengan dengan Militer Israel]

Kata-kata kecaman dari tokoh Syiah Indonesia itu menjadi lagu usang yang terus diputar dalam tiap perayaan Al Quds Day. Hari itu memang menjadi momentum bagi Syiah untuk meraih simpati dunia tentang dukungannya kepada rakyat Palestina. Syiah memang getol menebar propaganda sebagai pihak yang paling “peduli” terhadap nasib Palestina dan terdepan melawan Israel. Pertanyaannya, benarkah?

Nasib warga Palestina di Suriah

Di antara jutaan orang yang terusir dari rumah akibat perang di Suriah, adalah 270.000 pengungsi Palestina. Dari jumlah itu, 20.000 pengungsi Palestina di Yarmouk, Damaskus, bahkan harus menghadapi nasib yang jauh lebih buruk.

Kamp pengungsian tersebut dikepung oleh tentara Suriah sejak musim panas tahun lalu tanpa akses makanan, obat-obatan, dan perlengkapan lain.

Menurut kelompok aksi untuk Palestina dari Suriah, sudah sekitar 926 pengungsi Palestina tewas di dalam kamp Yarmouk di Damaskus sejak awal revolusi Suriah sampai akhir Mei 2014.

Terdapat 173 korban tewas di kamp Daraa dan 96 korban tewas di kamp Al-Husseiniya. Sebanyak 73 pengungsi Palestina lainnya tewas di kamp Khan Al-Sheikh di Damaskus.

Di kamp pengungsi Sabina, 58 orang Palestina tewas, bersama dengan 41 pengungsi dari kamp Neirab, 40 dari kamp Sayeda Zeinab, 33 dari kamp Aidin di Homs, dan 32 dari kamp Handarat di Aleppo.

Korban pengungsi Palestina lainnya tewas di kamp Ramel di Lattakia, Khan Dannoun, Al-Dhiyabia, dan Rukn al-Din.

Satu tahun sebelumnya, dua orang anak, bernama Farahat Mubarak dan Hisham Namrawi termasuk di antara empat orang yang terbunuh di kamp pengungsi Yarmuk.

Kamp-kamp pengungsi di Suriah memang sangat memprihatinkan. Kebutuhan para penghuni kamp akan makan, minum, pakaian, dan tempat tinggal justru diblokade militer. Pasukan-pasukan rezim mengepung sebagian besar kamp itu, dan mempersulit keluar masuk orang dan barang.

Kelompok aktivis juga menunjukkan tiga remaja Palestina terbunuh di kamp Aidin di Hama. Mereka adalah Salim Khalil Al Sukhaini, Karam Mumammad Syaikh Kholil dan Farin Mahmud. Ketiga remaja Palestina itu tewas setelah mobil yang mereka tumpangi diberondong pasukan Assad.

Sikap Hezbollah terhadap Hamas

Sontak pembunuhan demi pembunuhan warga Palestina oleh rezim Syiah di Suriah membuat Harakat al-Muqawama al-Islamiyya (Hamas) berang. Hamas mengutuk pembantaian rezim Syiah terhadap para pengungsi Palestina di Suriah.

Mereka menegaskan bahwa kamp-kamp pengungsi Palestina harus dinetralkan dan tinggal jauh dari konflik yang sedang berlangsung.

“Kami gerakan Hamas mengecam agresi Zionis ke Suriah. Kami menganggap ini sebagai pelanggaran serius dan tidak bisa diterima terjadi di tanah Arab, sekaligus sebagai kelanjutan dan kebijakan teror dan agresi Zionis,” kecam Hamas.

Hamas menambahkan bahwa mereka merasa sakit hati atas tertumpahnya darah rakyat Suriah. Faksi perlawanan Palestina itu sangat prihatin dengan pembantaian, aksi-aksi pembunuhan dan intimidasi rakyat sipil di Suriah. Dari awal Hamas mendukung penuh perjuangan rakyat Suriah.

Hamas menyerukan penghentian pertumpahan darah di Suriah agar rakyat Suriah bisa merealisasikan cita-cita dan kebebasannya.

“Rakyat Suriah adalah rakyat yang senantiasa mendukung gerakan perlawanan (Palestina), dan mereka berada dibarisan pertama,” tulis Hamas dalam pernyataannya.

Pilihan politik Hamas itu kemudian membuat Hezbollah murka. Pemimpin Hezbollah Hasan Nasrallah meminta semua pejabat dan kader Hamas yang berada di Libanon untuk segera angkat kaki.

Hasan Nasrallah menuduh Hamas telah terlibat dalam pelatihan militer bagi kelompok oposisi Suriah di Damaskus dan sekitarnya.

Sikap Hezbollah tersebut langsung dibalas oleh Petinggi Hamas Bara’ Nizar Rayyan. Putra Asy-Syiahid DR Nizar Rayyan itu balik melayangkan kritikan pedas kepada Hasan Nashrallah. Dengan tegas, Nizar meminta Hasan berhenti cari muka.

”Ya Hasan Nashrallah, jangan kau cari sensasi di Gaza, sedang Kriminil Bashar Asad kau bela…!” kritiknya.

Nizar juga membantah klaim-klaim Syiah yang selama ini mengaku berperan dalam membantu mujahidin Hamas.

“Brigade Al-Qassam telah menghinamu dan membuatmu malu; dan menegaskan bahwa rudal-rudalnya adalah produksi dalam negeri. Rudal M75: M adalah singkatan dari Muqadimah, salah seorang pemimpin Al-Qassam yang telah syahid, dan 75 mengisyaratkan jarak tembaknya (75 KM). Rudal-rudal Al-Qassam 100% made in Gaza, dan tak ada hutang budi pada kaum sektarian!” bantahnya.

Sebagai sesama Sunni, Hamas berkewajiban mendukung perjuangan rakyat Suriah yang selama ini mengalami penindasan secara akidah maupun politik. Sejak tahun 2012, Asad mengecam keputusan Hamas untuk pindah kantor dari Damaskus ke Doha, Qatar.

Kepala Politbiro Khalid Misyal mengambil keputusan itu setelah situasi terus memburuk di Suriah.

Dengan sombong, Asad menyatakan bahwa Suriah adalah benteng terakhir dari perlawanan Arab anti Israel, meski segala fakta terpampang jalinan kerjasamanya dengan Israel.

Kerjasama Syiah dan Israel dalam Pembantaian Muslim Palestina

Saat Ariel Sharon meregang nyawa, umat Islam tidak lupa kezaliman yang telah dilakukannya kepada warga Palestina. Namun banyak kaum muslim tidak menyadari bahwa Israel bukanlah aktor tunggal dalam pembantaian pengungsi Palestina di Kamp Sabra-Satila tahun 1982.

Selain Israel, milisi Syiah Lebanon dan Pemerintahan Suriah pimpinan Hafez Assad juga bertanggung jawab dalam tragedi berdarah itu. Hal ini bermula pada 1 Agustus 1982, ketika terjadi invasi Israel ke Lebanon dengan kekuatan 20.000 tentara yang dipimpin Ariel Sharon selaku Menteri Pertahanan.

Mereka menginvasi wilayah selatan Lebanon yang dihuni para pengungsi Palestina. Kekuatan militer Israel telah membombardir melalui darat, laut, dan udara. Air, makanan, dan obat-obatan dilarang kelompok Syiah untuk dibagikan kaum muslimin Sunni di Beirut bagian barat.

Pengeboman mengerikan dilakukan Zionis Yahudi selama empat belas jam tanpa henti dengan memuntahkan 214 proyektil per menit.

Sekitar 3.500-8.000 orang, termasuk anak-anak, bayi, wanita, dan orang tua dibantai dan dibunuh secara mengerikan.

Koalisi antara Israel dan aliansi Syiah ini adalah noda hitam yang selama ini terkubur oleh sejarah, dan harus diungkap agar umat memahami hakikat Yahudi dan Syiah.

Dua orang ulama yang mengangkat fakta ini adalah Syekh Abu Mushab As-Suri dalam buku Ahlussunah Fi Asy Syam Fi Muwajahati an-Nushairiyah wa as-Shalbiyyah wa al-Yahudi dan DR. Imad Ali Abdus Shami lewat bukunya Khiyanat Asy Syi’ah wa Atsaruha fi Hazaa-im Al Ummah Al Islamiyah.

Selain itu, media massa internasional saat itupun turut mengangkat tragedi kemanusiaan ini seperti Al-Wathan Kuwait, Sunday Times, Republika Italia, dan lain sebagainya.

Jauh sebelum pembantaian Sabra-Satila, Koalisi Syiah Nushairiyah dengan  Gerakan Syiah Amal juga terlibat dalam penyerangan pengungsi Palestina di Kamp Zaatar, Yordania.

Pada tahun 1976 Pasukan Suriah dan Syiah Amal bekerja sama dengan milisi Salib Maronit dalam mengepung dan menyerang kamp pengungsi Palestina di Zaatar, Yordania.

Di dalam kamp tersebut bernaung setidaknya 7.000 pengungsi Palestina. Selain itu kamp Zaatar juga menampung 14.000 penduduk Lebanon yang tengah menghadapi aliansi kaum Kristen di Lebanon.

Kelompok Nushairiyah berdalih melancarakan pembantaian ini dengan alasan menghentikan perang saudara, sehingga berbagai macam bantuan datang dari organisasi-organisasi Arab untuk menutupi ongkos militer Suriah di Lebanon. Padahal itu hanyalah dusta belaka untuk mengalihkan rencana jahat Syiah.

Maka melihat segala kekejaman Syiah terhadap muslim Palestina, seharusnya menyadarkan umat Islam untuk tidak termakan opini busuk Syiah tentang dukungan mereka kepada muslim Palestina.

Benarlah kata relawan Mavi Marmara sekaligus aktivis pro Palestina asal Indonesia, Surya Fachrizal: “Salah satu ukuran lurus-tidaknya orang yang peduli terhadap Palestina adalah sikap mereka terhadap perjuangan rakyat suriah. Jika mereka mendukung rezim Assad as-Syiah an-Nushairiyyah membunuhi Ahlus Sunnah di sana (termasuk para pengungsi Palestina di Yarmuk-Suriah), maka mereka tidak benar.”
Read more ...

Strange Vehicles: Hafner Rotabuggy

Tuesday, July 29


During WWII there were many strange and unusual vehicles which were created in an effort to either surprise, outwit or outgun the Axis powers. Many of the most unusual vehicles were aircraft, as engineers and designers were, as always, pushing the boundaries of what was possible.

The Hafner Rotabuggy may not be one of the most beautiful aircraft ever created, in fact it probably ranks fairly low on the mechanical beauty scale. It was an experimental British aircraft that was basically a Willys MB Jeep combined with an autogyro. The thinking was that the Hafner Rotabuggy could be towed through the air by a larger transport aircraft, and then released where it would glide down to the earth and assist troops near the front line.


The prototype Hafner Rotabuggy was built in 1942 by the company R. Malcolm Ltd. It was designed to fulfil a design brief from the Air Ministry which called for a “Special Rotating Wing Glider”.

Preliminary testing showed that thanks to its rugged construction a Willys Jeep could be dropped from heights up to 2.35 metres (7.7 ft) without damage to the vehicle! That meant the vehicle could handle a rough landing, and carry on with its mission. Onto the Jeep a 40.5 foot (12.4 metre) diameter rotor was attached, along with a tail fairing and fins, but no rudders. Two men were required to fly the Hafner Rotabuggy; one to drive it on the ground, and one to pilot it in the air using a control column.

The first trials were conducted using a truck to drag the vehicle into the air. However the truck couldn’t get up enough speed to get the Rotabuggy airborne. Shortly after, a supercharged 4.5 litre Bentley was called in to get the job done. It worked. The first flight was conducted on 27th November 1943, and the Rotabuggy achieved glide speeds of up to 45 mph. Later tests were done using an Armstrong-Whitworth Whitley bomber.

The first round of serious testing showed that the Hafner Rotabuggy suffered from severe vibrations at speeds over 45 mph. But with a few modifications it managed to comfortably hit speeds of up to 70mph.

On February 1st 1944 the Hafner Rotabuggy made its most successful, but also last flight. It flew for 10 minutes at an altitude of 400 feet (122 meters) and hit a top speed of 65 mph. The flight was described as “highly satisfactory”. However around the same time conventional gliders were entering service which had the ability to carry Jeeps – effectivley making the Rotabuggy surplus to requirement.

A replica of the Hafner Rotabuggy is kept on display at the Museum of Army Flying in Hampshire, England.

Read more ...

Rahasia Mengapa Yahudi Menggali Masjidil Aqsha? (3-Habis)

Tuesday, July 29


NABI Muhammad SAW memperingati kita tentang kedatangan Dajjal.

1. Dalam Islam kita tahu Dajjal adalah nabi palsu. Dajjal akan meniru seperti nabi sejati dalam segala hal. Nabi yang sebenarnya adalah Nabi Isa AS yang akan datang untuk memerintah dunia dari Jerusalem. Jadi disitulah Dajjal akan tiba di atas tanah suci, Jerusalam.

2. Nabi Muhammad SAW berkata kepada kita bahwa Dajjal dikeluarkan dari dunia ini. Dengan demikian ia telah berada di planet ini sejak zaman Rasulullah SAW. Kita diberitahu bahwa Dajjal akan hidup di bumi selama 40 hari (satu hari seperti setahun, satu hari seperti sebulan, satu hari seperti seminggu, dan selebihnya seperti hari biasa. Ingat 1 tahun surgawi adalah sama dengan 1000 tahun manusia). Ini membuktikan bahwa ia adalah jin yang kuat, seperti jin yang hidup selama ribuan tahun.

3. Semua nabi-nabi memperingatkan kaum mereka tentang Nabi palsu ini.

4. Nabi Muhammad SAW pernah memberitahu kedatangan Dajjal dan memperingatkan kita untuk mengetahui bahwa Allah SWT tidak “bermata satu”. Dajjal juga akan mempunyai tulisan kafir di dahinya. Nabi Muhammad SAW juga memberi amalan, bahwa setiap Muslim setelah mendengar “kedatangan” Dajjal perlu memaling muka daripada memandang wajah Dajjal. Dan membelakangkan serta terus berjalan menjauhkan diri darinya. Tidak melihat ke arahnya, atau berjalan ke arahnya. Orang yang terkuat imannya akan diuji dan bisa jadi akan mudah jatuh menjadi korban dari fitnah Dajjal, karena Dajjal adalah “Master of Deception”.

Zionis pernah menyebutkan bahwa kawasan diantara sungai Nil dan Furat sebagaimana adanya “tanah yang dijanjikan”. Mereka harus membina asal kuil untuk menyambut kedatangan Dajjal.

Bukti arkeologi dan sejarah membuktikan bahwa runtuhan kuil asal Sion adalah di bawah Kuil Sulaiman. Ini sebabnya mengapa yahudi/zionis ingin menghancurkan Masjidil Aqsha supaya mereka dapat membangun kembali kuil dibawah Masjidil Aqsha.

Perkara ini menjelaskan mengapa negara AS begitu baik dengan Israel. Mereka mempunyai tujuan yang sama, dan kepercayaan yang sama pula. Mereka bekerja untuk sebuah kekuatan yang jauh lebih besar, dan jauh lebih jahat serta penuh dengan penipuan. Inilah sebabnya mengapa AS adalah pro-Israel, bahkan mereka mengetepikan rakyat mereka sendiri. Inilah sebabnya mengapa mereka membiarkan Palestina diserang berkali-kali. Mereka memang berniat untuk menghancurkan Masjidil Aqsha.

Inilah sebabnya mengapa mereka menggambarkan orang-orang Arab dan Muslim sebagai pengganas. Mereka ingin menghasut dan mengubah dunia supaya melawan dan membenci orang Islam. Karena faktanya adalah orang-orang yang akan terus mempertahankan Masjid Aqsha adalah orang-orang Muslim. Muslim memahami pentingnya Masjidil Aqsha yang merupakan kiblat pertama umat Islam. Oleh karena itu, orang-orang Muslim adalah musuh Dajjal dan Amerika adalah murid-murid Dajjal.

Dalam Al-Quran mengatakan bahwa salah satu tanda akhir zaman sebelum kedatangan Dajjal adalah runtuhnya Masjidil Aqsha.

Semoga Allah SWT melindungi kita semua dari kejahatan Dajjal dan pengikutnya. Semoga cahaya Islam bersinar terang dari sebelumnya. [rika/islampos/zharifalimin]
Read more ...

Rahasia Mengapa Yahudi Menggali Masjidil Aqsha? (2)

Tuesday, July 29


SEBELUMNYA Nabi Sulaiman AS menanamkan buku-buku ajaran sihir. Buku-buku tersebut ternyata disimpan di bawah tapak kuil Sulaiman. Baginda melantik beberapa orang kesatria yang di kenal sebagai “Knights of the temple of Solomon” (Knight Templar) untuk menjaga kuil Sulaiman itu siang dan malam.

Awalnya para kesatria melakukan tugas tersebut. Namun, selepas Nabi Sulaiman AS wafat, The Knights mengambil apa yang terdapat di bawah kuil itu. Mereka menyadari akan kepentingan perkara ini, rahasia amalan sihir berada di ujung jari mereka. Mereka mencuri dan mulai berlatih. Mereka pindahkan kitab-kitab tersebut dan mulai berlatih dan mengamalkan. Mereka benar-benar jauh dari agama yang dibawa oleh Nabi Musa dan Allah SWT. Dan mereka mulai tenggelam di bawah kuasa dan pengaruh iblis. Karena ritual yang mereka jalankan, akhirnya dengan waktu yang begitu singkat mereka menjadi orang yang berpengaruh dan terkaya di negara itu.

Ahli okultisme menegaskan bahwa syaitan memberi penghargaan kepada pengikutnya dengan kekayaan duniawi. Mereka bisa membuat apa saja seperti memberi dan menerima rasuah, maksiat, melakukan kerusakan di bumi, dan banyak lagi yang menyimpang dari ajaran sebenarnya di dalam Islam. Mereka juga percaya bahwa syaitan meyakinkan mereka, melalui para imam dan pendeta tinggi, bahwa ‘kuasa’ itu adalah Allah yang nyata.

Selama berabad-abad, naskah itu diseludup ke Eropa, dan Kesatria Templar menggelarkan mereka sebagai “Free Mason”. Dengan kekuatan yang telah terkumpul, mereka menyebarkan pengetahuan ini di seluruh dunia melalui kumpulan-kumpulan rahasianya.

Semua ini dilakukan dengan satu tujuan yaitu mengikuti kehendak Tuhan mereka yakni syaitan. Dan hal ini sebagai langkah untuk menyambut kedatangan Dajjal bermata satu yang mewakili syaitan di bumi. Simbol mereka adalah piramid dan di atasnya terdapat “all seeing eye” yang bermata satu. Perlu diketahui bahwa orang Mesir kuno juga mempunyai Tuhan yang bermata satu yang dikenal sebagai Mata Ra dan Mata Osiris. Ingatlah bahwa ilmu hitam adalah ajaran dari orang-orang kafir dari Mesir kuno.

Jadi jika freemason sudah mendapat hak dan kekayaan di dunia dan “harta rahsia” ini. Mengapa semua tertumpu untuk menghancurkan Masjidil Aqsha?

Sebenarnya mereka sedang mempersiapkan kedatangan Tuhan mereka yaitu “Dajjal”.

BERSAMBUNG
Read more ...

Rahasia Mengapa Yahudi Menggali Masjidil Aqsha? (1)

Tuesday, July 29


MASJIDIL Aqsha merupakan salah satu masjid yang apabila di akhir zaman nanti, tempat tersebut tidak akan terkena oleh fitnah dajjal. Maka dari itu, masjid tersebut merupakan masjid yang istimewa bagi umat Islam. Di sanalah Nabi Muhammad SAW melakukan isra’ mi’raj. Namun, bila kita lihat keadaan masjidil aqsha saat ini sangatlah memperihatinkan. Kaum Yahudi ortodoks selalu membuat kekacauan di sana.

Kini kaum Yahudi sedang melakukan operasi penggalian di bawah Masjidil Aqsha. Akibatnya, Masjidil Aqsha saat ini keadaannya tidak seutuh dulu. Lantai, dinding dan tiang-tiang besar mulai retak. Sebenarnya, mengapa mereka melakukan itu?
Berbalik kepada sejarah silam kisah Nabi Sulaiman AS atau Raja Sulaiman yang bertanggungjawab menjaga “Kuil Sulaiman”. Nabi Sulaiman AS berbeda dari nabi-nabi yang lain karena ia diberi kelebihan oleh Allah SWT yaitu menguasai umat manusia, dan bangsa jin.

Nabi Sulaiman ditugaskan untuk menyebarkan ayat-ayat Allah SWT yaitu keyakinan dan ibadah hanya kepada satu Tuhan saja. Perkara ini menjadi perhatian Nabi Sulaiman dimana terdapat kaum-kaumnya yang kuat mengamalkan ilmu sihir dan okultisme (ilmu ghaib). Baginda memerintahkan pengawalnya untuk pergi ke seluruh negeri dan merampas setiap buku, naskah, kitab-kitab yang tertulis mengenai ilmu sihir yang merupakan amalan sesat untuk berhubungan dengan roh. Amalan ini berkaitan dengan jin dan setan.

Dalam Islam kita tahu bahwa ilmu sihir adalah haram. Al-Quran mengatakan kepada kita bahwa jin dan manusia tidak boleh berhubungan. Walaupun hidup di dimensi yang sama dengan manusia, tetapi satu sama lain tidak boleh berkomunikasi. Jin tidak dapat dilihat, mereka melihat kita, tapi kita tidak dapat melihat mereka. Tidak seluruhnya jin itu “baik” atau dapat membantu manusia. Karena setiap jin yang berbicara dan berinteraksi dengan manusia secara langsung dilarang oleh Allah SWT.

Nabi Sulaiman AS memerintahkan mereka untuk membawa semua buku, kitab yang berkaitan dengan ilmu sihir kepadanya, dan kemudian baginda kuburkan semua buku, kitab dan apa saja yang berkaitan dengan amalan ini. Baginda melakukan itu supaya tidak akan ada yang bisa mendapatkan atau mencurinya.

BERSAMBUNG
Read more ...

Robot Karya Anak Negeri Pawai Memindai Bom dan Mengurainya

Monday, July 28


Menjinakkan bom bukanlah pekerjaan mudah. Tim Gegana Polri pun perlu dibantu dua robot kendaraan darat tak berawak, yakni robot Vanguard MK2T dan Gegana 1. Kedua robot ini dipamerkan dalam ajang Robot and Police Technology Expo, di Polda Metro Jaya Jakarta, Jumat (27/6).

Fungsi keduanya memiliki kesamaan yaitu untuk memindahkan bahan peledak dan mengurainya. “Namun yang membedakan adalah MK2T itu buatan Kanada, sedangkan Gegana 1 buatan dalam negeri,” ungkap salah seorang anggota Polri, Brigadir Yopie.

Baik MK2T maupun Gegana 1, lanjut Yopie, pengoperasiannya sudah komputerisasi. “Yang pasti sistem kontrolnya otomasi jarak jauh,” cetusnya.

Yopie pun memaparkan, spesifikasi kedua robot tersebut. Dimulai dari MK2T, ia menyatakan Polri harus merogoh kocek Rp1 miliar. “Robot buatan Kanada ini memang unggul dalam kualitas dan fitur tambahannya. Secara fisik, MK2T dengan bentuk yang portable sangat ringan. Teknologi generasi kedua dari Vanguard tersebut bisa berjalan di bawah air,” ujarnya.

Untuk pengendaliannya, Yopie mengatakan, MK2T menggunakan perangkat laptop dan tersedia joystick juga. MK2T berbobot 56 kilogram dengan panjang satu meter dan lebar 50 sentimeter dengan bodi berlapis baja aloi. Ia menambahkan, pada tangan robot tersebut dipasangkan sensor di setiap sudut dan ujung jari. “Sensor tersebut yang akan memproses dan menganalisis informasi. Robot ini juga berdaya jelajah 500 meter,” terangnya.

Tak kalah dengan MK2T, Gegana 1 juga memiliki fungsi dan kualitas tak jauh beda. “Buatan anak negeri ini tak kalah jauh dengan buatan negara maju lainnya. Bahkan setara dengan Telemax buatan Jerman,” imbuh Yopie.

Meskipun tak segesit MK2T, robot ini mampu mengangkat benda seberat delapan kilogram dengan posisi tangan menekuk serta empat kilogram untuk posisi tangan memanjang. “Gegana 1 juga mampu berjelajah di segala medan tanah yang berlumpur, rumput lebat, dan menaiki tangga. Selain itu, tersedia juga penjepit untuk membawa bahan peledak,” ucapnya.

Dengan menggunakan baterai sebagai tenaga penggeraknya, lanjut Yopie, Gegana 1 mampu bertahan selama satu jam. “Jika baterai kosong, tinggal di-charge selama satu jam. Mengapa bisa tahan lama? Hal ini dikarenakan bodinya terbuat dari aluminium. Untuk desain sendiri, Gegana 1 sedikit terlihat kaku. Bentuknya seperti tank baja mini dengan ban rantai dari karet,” ungkapnya.

Setahun Rakit Gegana 1

Yopie menjelaskan, riset pembuatan Gegana 1 meneIan biaya sekitar Rp350 juta. “50 persen lebih murah dibanding MK2T dan sangat murah jika dibandingkan Telemax buatan Jerman yang bisa miliaran harganya,” tegasnya.

Robot yang dirancang oleh PT Dirgantara Indonesia bersama Pusat Penelitian dan Pengembangan Mabes Polri pada 2012 ini diselesaikan hanya memakan waktu satu tahun. Sementara desainnya dibuat oleh para personel Brimob. “Gegana 1 ini hanya diproduksi satu unit saja. Semoga ke depan akan ada pengembangan lebih lanjut,” jelasnya.

Gegana 1, imbuhnya, juga dilengkapi dengan teknologi hapstic. “Sebuah teknologi yang memudahkan operator untuk mengurai, memotong, dan membuka bom, semudah memegang dengan tangan,” jelasnya.

Yopie mengaku jika dirinya lebih nyaman mengoperasikan Gegana 1. “Sistem kontrolnya analog dan lebih mudah untuk kendalinya. Selain itu dua ruas lengan dan kamera juga bisa berputar bebas dan bergerak 360 derajat,” jelasnya. (Tian)
Read more ...

Media Israel Sebut Hamas Bekerja Sama dengan Korea Utara untuk Pasokan Senjata

Monday, July 28


SEBUAH situs Israel Ynet melaporkan pada hari Ahad (27/7/2014), bahwa Hamas telah menandatangani kerjasama dengan Pyongyang Korea Utara untuk dipasok senjata dan peralatan komunikasi.

Menurut laporan, yang belum dikonfirmasi, kedua belah pihak bekerja untuk mencapai kesepakatan untuk pengiriman rudal dan peralatan komunikasi yang akan memungkinkan kelompok Gaza untuk mempertahankan serangannya terhadap Israel.

Laporan itu menyebut kesepakatan antara Hamas dan Korea Utara senilai ratusan ribu dolar. Menyebutkan kesepakan sedang ditengahi oleh sebuah perusahaan perdagangan yang berbasis di Lebanon.

Laporan media Inggris bahkan mengklaim Hamas kini menunggu Kora Utara untuk memulai pengiriman senjata dan perlengkapan tambahan untuk pejabat Gaza.

“Korea Utara adalah tempat yang jelas untuk mencari pasokan karena Pyongyang telah memiliki hubungan dekat dengan sejumlah kelompok Islam di Timur Tengah,” lapor media Telegraph.

Menurut Telegraph, dengan menggunakan perantara yang berbasis di Lebanon, Hamas dikatakan bekerja keras untuk menandatangani perjanjian senjata baru dengan Pyongyang. Sehingga memberikan ratusan rudal bersama-sama dengan peralatan komunikasi yang akan memungkinkan Hamas untuk meningkatkan kemampuan pejuang untuk berkoordinasi melawan IDF. [ds/islampos/ynet]
Read more ...

3 Skenario AS di Balik ISIS

Monday, July 28



KELAHIRAN ISIS adalah perpanjangan tangan AS di Irak. AS telah berhasil mengotak-kotakkan kaum muslim di Irak akibatnya perang saudara di Irak semakin tajam. Menurut mantan karyawan Badan Keamanan Nasional (NSA) milik Amerika Serikat, Edward Snowden, intelijen Inggris dan Amerika, serta Mossad (dinas rahasia luar negeri Israel) bekerja sama untuk menciptakan kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).

Snowden mengatakan badan intelijen ketiga negara itu menciptakan sebuah organisasi teroris yang mampu menarik semua ekstrimis dunia ke satu tempat, dengan menggunakan strategi yang disebut “sarang lebah”, seperti dilansir surat kabar the Gulf Daily News, Selasa (15/7). Dokumen NSA terzsebut mengacu pada implementasi terbaru sarang lebah untuk melindungi entitas Zionis dengan menciptakan slogan-slogan agama dan Islam.

“Satu-satunya solusi untuk melindungi negara Yahudi adalah dengan menciptakan musuh di dekat perbatasannya,” menurut dokumen yang dirilis Snowden.

Namun kita harus cerdas menilai bahwa sebenarnya Amerika Serikat mempunyai perhatian lebih pembentukan negara khilafah dan mereka menyakini bahwa khilafah menjadi isu global yang kehadirannya dapat mengancam eksistensi Amerika segala cara telah ditempuh AS termasuk pembentukan ISIS di Irak.

Sebenarnya apa yang dikatakan oleh mantan intelenjen AS Snowden tidak berhenti sampai di situ saja. Tentu bagi kaum muslimin pembentukan ISIS di Irak mengandung pesan yang jauh lebih berbahaya.

Pertama ISIS didesain dengan pencitraan bahwa daulah khilafah penuh dengan kekersaan. Lihat saja bagiamana serpak terjang ISIS begitu fenomenal, ISIS menarik pajak warga sipil secara paksa, kaum Nasrani yang tidak mau mengganti aqidahnya dipaksa untuk membayar pajak jaminan hidup yang cukup tinggi. Ada begitu banyak penyelewengan hak manusia yang dilanggar ISIS.

Kedua kemunculan ISIS menjadi sorotan dunia internasional. Media asing begitu getol memberitakan keburukan ISIS. Dengan begitu opini dunia akan negara khilafah semakin mengerucut pada nilai-nilai negatif. Umat akan semakin jauh dari gambaran khilafah yang sesungguhnya, sehingga kalau ada orang-orang yang memperjuangkan khilafah mereka akan dicap ekstrimis seperti versi ISIS.

Ketiga AS sengaja membiayai berdirinya ISIS sebagai “test water”bagi umat muslim dunia. AS ingin melihat sejauh manakah umat Islam bersemangat dengan “janji Allah”. Sebagian umat islam yang tidak bersabar akan datangnya khilafah berbondong-bendong menyatakan baiat setianya. Data ini menjadi acuan penting bagi AS menilai sebesar apakah antusiasme kaum muslimin menginginkan tegaknya khilafah.

Dengan begitu AS sebenarnya tengah berbenah mengumpulkan segala bentuk kekutaannya untuk melanggengkan ideologi kapitalismenya dan mengahalau kemungkinan terburuk yang akan menganggu eksistensinya. Wallahu’Alam. []


Read more ...

Menjijikkan, ternyata begini cara "Israel" melakukan pencitraan kepada dunia

Monday, July 28



Dalam rangka memperbaiki citranya di luar negeri, pemerintah “Israel” berencana untuk memberikan beasiswa kepada ratusan mahasiswa di tujuh universitas, dan sebagai balasannya mereka harus memposting Facebook dan tweets yang berisi propaganda “pro-Israel” bagi pembaca di luar negeri.

Para siswa yang menyebarkan propaganda “pro-Israel” ini tidak boleh mengungkapkan secara online bahwa mereka didanai oleh pemerintah “Israel”, menurut korespondensi yang mengungkap tentang rencana “Israel” dalam surat kabar Haaretz.

Kantor Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, yang akan mengawasi program ini, menegaskan bahwa peluncuran propaganda “pro-Israel” ini bertujuan untuk memperkuat diplomasi publik “Israel”.

Daniel Seaman, pejabat yang telah merencanakan program ini, menulis dalam sebuah surat pada 5 Agustus yang ditujukan kepada badan otorisasi proyek-proyek pemerintah bahwa gagasan itu mengharuskan keterlibatan pemerintah dalam program propaganda ini tidak terlihat menonjol, dan oleh karena itu penting untuk melibatkan mahasiswa, tanpa hubungan politik atau afiliasi.

Menurut rencana tersebut, para mahasiswa itu akan diatur dalam unit-unit di masing-masing universitas, dengan kepala koordinator yang akan menerima beasiswa penuh, koordinator untuk bahasa, grafis dan penelitian akan mendapatkan beasiswa yang lebih rendah, dan mahasiswa yang disebut “aktivis” akan menerima “beasiswa minimal”.

Para ajudan Netanyahu mengatakan bahwa topik utama yang akan dibicarakan oleh unit-unit ini adalah terkait dengan isu-isu politik dan keamanan, melawan seruan untuk memboikot “Israel” dan “memerangi” mereka yang berupaya untuk mempertanyakan legitimasi “Israel”. Para pejabat mengatakan bahwa para mahasiswa penyebar propaganda ini akan menekankan nilai-nilai demokrasi “Israel”, kebebasan beragama dan pluralisme.

Tapi Alon Liel, mantan direktur jenderal kementerian luar negeri “Israel”, mengkritik rencana tersebut sebagai sesuatu yang “cukup menjijikkan”. “Mahasiswa seharusnya dididik untuk berpikir bebas. Ketika Anda membeli pikiran seorang mahasiswa, ia akan menjadi boneka dari hibah pemerintah “Israel” ini,” katanya. “Anda dapat memberikan beasiswa untuk hal-hal seperti melakukan pekerjaan sosial atau mengajar, tetapi tidak untuk melakukan propaganda tentang isu-isu yang kontroversial bagi pemerintah.”

(ameera/arrahmah.com)
Read more ...

Israeli soldier posts Instagram image of Palestinian child in crosshairs of rifle

Monday, July 28
Israeli soldier posts disturbing Instagram photo of child in crosshairs of his rifle

An Israeli soldier has sparked outrage by posting a photograph appearing to show the back of a Palestinian boy's head in the crosshairs of his sniper rifle on a social networking site.

The context of the picture, posted on the personal Instagram site of Mor Ostrovski, 20, could not be verified but the aggressive message is clear. The minarets and Arabic architecture of the village captured in the background suggest the boy and the town are Palestinian. Ostrovski is an Israeli soldier in a sniper unit.

The Israeli military said the soldier's commanders were investigating the incident. His actions "are not in accordance with the spirit of the IDF [Israel Defence Forces] or its values", a spokesperson said.

Ostrovski, who has closed his Instagram account, told the army he did not take the picture but found it on the internet.

Breaking the Silence, an organisation of veteran Israeli combat soldiers campaigning to raise awareness about life in the West Bank, condemned the image. "This is what occupation looks like. This is what military control over a civilian population looks like," one member wrote on the group's Facebook page.

The image has been heavily criticised online. Electronic Intifada, a news site focused on Palestinian issues, described the photograph as "tasteless and dehumanising". The site published several other images from Ostrovski's Instagram page, including snaps of the soldier posing with heavy-duty guns.

The Israeli military has been hit by a series of scandals from uncensored social media sites, and Electronic Intifada has been one of the more rigorous monitors of offensive postings by Israeli soldiers.

In December, the site discovered Nisim Asis, a 22-year-old soldier from the Beit-El settlement, who posted racist images on his Instagram page, including a picture of himself licking what is probably tomato ketchup from a knife with the caption: "Fuck all Arabs their blood is tasty".

In another unrelated incident, an infantry corps soldier was recently sentenced to 14 days in military prison for posting a picture of himself beside a handcuffed and blindfolded Palestinian on Facebook.

In both these incidents, and the similar case of a female IDF soldier who uploaded lewd images of herself with Palestinian detainees several years ago, military discipline was deemed adequate and criminal investigations dropped.
Read more ...

Roket Palestina Capai Target di Israel Lebih Jauh

Monday, July 28



ROKET yang ditembakkan oleh Pejuang Palestina dari Jalur Gaza dikabarkan telah lebih dekat mencapai sasaran di wilayah Israel. Roket tersebut ditembakkan sebagai balasan atas serangan militer rezim Israel terhadap Gaza yang telah dikepung sekitar dua minggu yang lalu.

Alarm peringatan roket terdengar di beberapa kota Israel termasuk Petah Tikva, Hod HaSharon dan Tel Aviv pada hari Ahad (27/7/2014).

Brigade Ezzedine al-Qassam, sayap militer gerakan perlawanan Palestina, Hamas, telah menembakkan lima roket Grad ke pelabuhan Ashdod, terletak sekitar 40 kilometer (24 mil) selatan Tel Aviv. Namun tidak dilaporan soal korban pada kejadian itu.

Serangan roket terbaru datang setelah gencatan senjata kemanusiaan 12-jam, yang ditengahi oleh PBB dan mulai berlaku pada hari Sabtu. Namun kabarnya ada perpanjangan waktu soal gencatan senjata itu.

Hamas telah mengumumkan bahwa mereka tidak akan menerima gencatan senjata jangka panjang kecuali pasukan Israel mau menarik diri dari Jalur Gaza. Hal ini agar warga Palestina bisa kembali ke rumah mereka masing-masing serta ambulans setempat bisa bergerak secara bebas dalam evakuasi korban.

Sementara itu, korban meninggal Palestina dari tiga minggu serangan Israel telah mencapai sekitar 1.050. Setidaknya 6.000 warga Palestina telah terluka dalam serangan itu. [fha/islampos/prtv]
Read more ...

Tidak Ada Idul Fitri di Gaza

Monday, July 28


Gaza – Pertempuran sengit di Gaza yang sudah memasuki penghujung pekan ketiga membawa kepedihan bagi warganya, sementara umat Muslim lain di seluruh dunia bersiap menyambut Idul Fitri.

“Tidak ada Idul Fitri,” kata seorang perempuan di wilayah Khan Younis, seperti dilaporkan situs berita CNN, Sabtu (26/7).

"Di Jalur Gaza sekarang, akan terlihat aneh kalau ada orang yang memanggang kue,” ujarnya.

Dengan diberlakukannya gencatan senjata sesuai permintaan PBB, warga di Gaza mulai keluar dari persembunyian untuk melihat keadaan rumahnya, menggali puing mencari jenasah kerabat, mengubur yang mati, membeli makanan dan membawa yang sakit ke rumah sakit.

"Saya berharap gencatan senjata tidak dilakukan, sehingga saya tidak melihat rumah saya yang hancur,” kata seorang pria di Beit Hanoun, kawasan utara Gaza yang termasuk sangat parah kondisinya.

Di kawasan itu, satu blok perumahan rata dengan tanah.

Seorang wanita bertemu tetangganya yang sedang mengais di antara puing.

"Anda melihat rumah saya?"

"Sudah hilang. Tak ada lagi yang tersisa," jawab tetangganya itu.

Seorang ibu lima anak yang tak mau disebutkan namanya di Khan Younis mengatakan jalanan mulai ramai kembali dengan warga yang hilir mudik.

"Orang-orang yang semula ketakutan mulai keluar karena kebutuhan. Mereka membawa anak-anak yang sakit ke rumah sakit hari ini, membeli Pampers, membeli makanan. Saya juga akan membeli roti untuk keluargaku."

Lau dia menambahkan, "Ketika suamiku pergi ke Masjid untuk salat, saya juga berdoa agar dia bisa pulang. Jika ada orang membunuh seekor kucing di Amerika, orang-orang akan lebih meributkannya daripada anak-anak yang mati di Gaza."

Penulis: Heru Andriyanto/HA

Sumber:CNN


Read more ...

Sibuk Membeli Baju Baru untuk Anak Kita, Anak Gaza Berlumuran Darah Baru

Monday, July 28



UMAT  Islam segera menyongsong hari bahagia, hari ied Al Fitri 1435H. Hari disyariatkan untuk berbahagia dan merayakannya dengan sholat Ied dan makan-makan setelah satu bulan menjalankan ibadah syaum Ramadhan. Hari di saat umat Islam bahagia berkumpul dengan keluarga dengan berbagai macam makanan dan pakaian yang bagus bahkan sebagian besar dari kita merayakannya dengan pakaian yang baru. Namun menjelang hari bahagia itu yang tinggal beberapa hari lagi, saudara-saudara kita di belahan bumi lain terutama Gaza harus menyambut hari ied itu dengan lumuran darah baru. Dengan lumuran darah baru.

“Sejak tadi malam hingga pagi ini, Israel kian gencar menyerang wilayah Gaza dengan roket, artileri baik dari jet F16 maupun dari drone pesawat tanpa awak, sejak santap sahur hingga pagi ini sudah 37 warga Gaza tewas dan 725 lainnya luka-luka.” kata Abdillah Onim melalui pesan elektronik, Kamis (24/7/2014), sore jam 15:40 WIB.

“Bahkan sedang santap sahur jam 3 pagi, tiba-tiba pesawat Israel menyisir semua wilayah Gaza dan menyirami seluruh wilayah Gaza dengan gaz beracun, gaz beracun susah bernafas. ” terang Onim yang juga sempat menghirup gas tersebut akan tetapi cepat-cepat ambil kain basah dan menutupi mulut, juga dia kontak anak istrinya agar menutupi mulut mereka dengan kain yang sudah dibasahkan.

“Indahnya Ramadhan bagi muslim di negara lain khususnya di Indonesia, tapi tak seindah Ramadhan di Gaza,” tuturnya.

“Ibu dan bapak di negara lain khususnya muslim di Indonesia sedang sibuk membeli baju baru untuk anak-anak mereka, tapi anak-anak Gaza harus berlumuran darah baru, anak-anak Gaza tanpa nyawa terpa terbujur kaku tersebar di trotoar jalan raya, ada dari mereka memegang boneka lusuh, sepatu tapi terbujur kaku di sudut jalan,” lanjutnya. “Allah subhanahuwata’ala lebih sayang terhadap kalian wahai anak Gaza Palestina bumi Syam.”

“Pejuang Palestina di Gaza, saat ini mereka berlomba-lomba meraih kesyahidan demi membela agam Allah, Palestina dan masjid Al Aqsa. Seakan mereka iklas berlomba-lomba tak mau antri untuk setor nyawa dan darah kepada Allah subhanahuwata’ala, demi menegakkan kalimat Allah dimuka bumi. Mereka masih berada di barisan depan berhadapan dengan musuh Islam terbesar di dunia yaitu Zionis Israel.” tambah Onim lagi.

“Pejuang Palestina di Gaza saat ini di barisan depan, pantang pulang dan berbuka puasa serta sahur hanya dengan kurma dan air putih.

“Ibu-ibu di Gaza, tersenyum sangat melihat putra mereka berlumuran darah tanpa nyawa, karena mereka syahid mempertahankan agama Allah. Serentak ibu-ibu Gaza pun menawarkan diri untuk dikalungkan ke tubuh mereka bukan kalung emas, akan tetapi mengalungkan bom disekujur tubuh mereka dan berlari menuju tank Israel untuk meledakkan diri.” terang Onim.

“Bagaimana dengan ibu-ibu muslimah di negara lain termasuk di Indonesia?” tanya Onim.

“Para bapak di Gaza mengiklaskan putra mereka menangkat senjata, berpamitan pergi ke perbatasan antara Gaza dan Israel untuk berhadapan dengan militer Israel dan tak pernah pulang, bagaimana dengan bapak-bapak dan pemuda di Indonesia?” lanjut Onim.

Dengan tegas pemuda Gaza berkomentar : “Hanya dengan darah dan nyawalah kami dapat membebaskan masjid Al Aqsa dan Palestina.”

“Wahai saudaraku di Indonesia khusus muslim, jangan terhanyut dengan indahnya lebaran, saudara kalian di Gaza dan Suriah butuh doa, butuh makanan, butuh obat-obatan,” seru pria asal Ambon itu.

“Dalam sujud, kalian jangan lupa doakan anak-anak Gaza, muslimah Gaza, pejuang Gaza saat ini mereka berada di shaf depan berhadapan dengan musuh Islam dunia yaitu zionis Israel,” pinta pengelola madrasah DAQU di Gaza ini yang beberapa hari lalu juga hancur oleh bombardir Israel.

“Saudara kalian, putra Indonesia saat ini sedang bersama rakyat Gaza,” tutupnya. [Agus Jafar]
Read more ...

Gempuran Gaza Terlihat dari Stasiun Luar Angkasa  

Monday, July 28



TEMPO.CO, Jakarta - Televisi bukan satu-satunya cara untuk menyaksikan kekejaman pembataian di Jalur Gaza. Astronot asal Jerman, Alexander Gerst, merekam peristiwa horor di Gaza melalui International Space Station (ISS) yang berjarak sekitar 320 kilometer dari bumi.

Gerst membagi hasil tangkapan kameranya lewat akun Twitter-nya tentang ledakan di Gaza. "Foto paling sedih yang pernah saya ambil. Dari ISS, kami bisa melihat ledakan dan roket terbang di atas Gaza," ujar Gerst, seperti di dilansir Daily Mail, Kamis, 24 Juli 2014.

Dari foto itu terlihat Jalur Gaza yang gelap gulita, sementara wilayah Israel, seperti Tel Aviv, Hebron, Yerusalem, dan Be'er Shiva, yang berdekatan dengan Gaza, terang benderang. Satu-satunya cahaya terang di Gaza hanya ledakan. (Baca: Situs Jual-Beli Online di Israel Jual Roket Hamas)

Selain ledakan, cahaya dari roket juga terlihat dari ISS yang ditembakan dari Israel dan Gaza. Namun National Aeronautics and Space Administration (NASA) masih butuh konfirmasi untuk memverifikasi gambar tersebut.

Pertempuran di Jalur Gaza telah menewaskan sekitar 700 warga Palestina yang didominasi oleh anak-anak dan wanita, serta 32 warga Israel. Perserikatan Bangsa-Bangsa terus menyuarakan upaya damai kepada kedua pihak. Namun ajakan itu belum dapat diwujudkan.
Read more ...

Sudah Bosan Dengan Mobil Biasa, Segera Miliki Tank Militer ini

Monday, July 28
 

Jakarta -Bukan hanya mobil dan motor saja yang dilelang untuk para kolektor. Di Amerika, pecinta perlengkapan militer juga bisa mendapatkan tank Leopard.

Ya, lelang unik tersebut akan digelar di California, Amerika Serikat. Berbagai perlengkapan militer itu adalah koleksi Jacques M Littlefield yang dianggap sebagai kolektor kendaraan militer paling oke di dunia mulai dari 'artefak' perang dunia hingga perang dingin dia miliki.

Littlefield sendiri seorang mantan insinyur komputer yang meninggal pada tahun 2009. Dia telah mengumpulkan hampir 200 kendaraan militer selama lebih dari 25 tahun yang ditaruhnya di pinggiran Silicon Valley.

Pada November 2013 diumumkan bahwa koleksi Littlefield ini akan dikonsolidasikan oleh Collings Foundation, sebuah kelompok non-profit di pinggiran kota Boston. Nah, hasil dari lelang yang akan digelar Juli ini akan membiayai relokasi bagi sekitar 80 kendaraan yang paling signifikan secara historis.

Karena membutuhkan banyak dana untuk relokasi itu, sebagian koleksi pun dijual. Dan kendaraan yang dijual bukanlah kendaraan sembarangan.

Sebut saja Leopard 1A1A1 Main Battle Tank bekas milik Jerman Barat atau beragam panser seperti Eland 90 Mk7 bekas Afrika Selatan, M37 105mm Howitzer Motor Carriage bekas Amerika Serikat, FV603 Saracen Armoured Personnel Carrier dan Humber Mk IV armoured car bekas Inggris Raya atau kendaraan amfibi seperti DUKW amphibious truck bekas Amerika Serikat.

Untuk pecinta tank, selain Leopard tadi ada Conqueror Mk II, Infantry Tank Mk III dan Valentine Mk V bekas Inggris Raya, 2 Pound Attack Carrier bekas Australia, M50 Sherman bekas Israel juga ada.

Bahkan peluncur roket SCUD-A bekas Uni Soviet juga akan dilelang beserta banyak perlengkapan dan kendaraan militer lainnya.
Read more ...

Miltan ISIS berhasil kuasai pangkalan militer di Suriah

Sunday, July 27



Merdeka.com - Para pejuang dari kelompok Negara Islam (IS), dulu bernama Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS), telah mengusai sebuah pangkalan militer Suriah di Provinsi Raqqah, menewaskan puluhan tentara dan memenggal beberapa dari mereka. Ini kata sebuah kelompok pemantau kemarin.

Pengambilalihan pangkalan Divisi 17 datang di saat Komisi Penyelidikan PBB di Suriah dua hari lalu mengatakan para pejuang IS yang dituduh melakukan kekejaman akan ditambahkan ke daftar terdakwa kejahatan perang, seperti dilansir situs Asia One, Sabtu (26/7).

"Dalam dua hari serangan terhadap pangkalan di Provinsi Raqqah, yang menjadi benteng IS, para jihadis menewaskan sedikitnya 85 tentara," kata organisasi Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia.

Lebih dari 50 tentara dieksekusi, 19 lainnya tewas dalam serangan bom bunuh diri ganda, dan setidaknya 16 lainnya tewas dalam serangan diluncurkan pada Kamis pagi waktu setempat.

"Ratusan tentara mundur pada Jumat ke tempat-tempat yang lebih aman baik ke desa terdekat yang penghuninya menentang IS atau di sekitar Brigade 93, tapi nasib sekitar 200 tentaranya lainnya masih belum diketahui," kata Kepala Observatorium Suriah untuk Hak Asasi, Rami Abdul Rahman.

"Beberapa pasukan dipenggal, tubuh dan kepala mereka dipajang di Kota Raqqah, basis IS," jelas dia kepada AFP.

Video yang direkam oleh para jihadis dan diunggah di YouTube memperlihatkan pejuang IS tampaknya berada di dalam pangkalan Divisi 17 sambil membakar potret Presiden Suriah Basyar al-Assad.

Para jihadis juga membagikan foto-foto via Twitter dari mayat para tentara yang dipenggal yang berserakan di trotoar dan ditempatkan di pagar-pagar Kota Raqqah.

Abdul Rahman mengatakan tampilan para tentara yang dieksekusi kepada publik ini merupakan pesan kepada rakyat Raqqah untuk memberitahu bahwa mereka kuat dan untuk menakut-nakuti setiap lawan mereka.

Sementara itu, di utara Suriah, 30 tentara dan paramiliter pro-rezim tewas dalam penyergapan semalam di Provinsi Aleppo, kata Observatorium.

IS pertama kali muncul dalam perang Suriah pada musim semi 2013 dan sejak itu mereka memberlakukan kontrol hampir di seluruh Provinsi Raqqah dan Deir Ezzor di dekat perbatasan Irak.

Pada Juni lalu, kelompok ini menyatakan sebuah "khalifah" Islam dari wilayah Suriah dan Irak.
Read more ...

Tiongkok Akan Adakan Latihan Militer dekat Pantai Laut Tiongkok Tenggara

Sunday, July 27




China News Service: Tentara Tiongkok akan melaksanakan latihan militer di sekitar pantai laut Tiongkok Tenggara mulai tgl 29 Juli mendatang.

Hal ini diumumkan Kementerian Pertahanan Tiongkok hari ini. Menurut Kemhan Tiongkok, latihan itu merupakan latihan rutin tahunan tentara Tiongkok, dan mempunyai arti penting untuk meningkatkan kemampuan pertempuran tentara dan mendorong persiapan perjuangan militer.

Mengenai pengaruh latihan terhadap penerbangan sipil, pihak Kemenhan menyatakan, badan terkait militer Tiongkok sudah mengadakan koordinasi dengan penerbangan sipil. Menurut keterangan, pengaruh latihan militer terhadap penerbangan sipil sangat terbatas, sedangkan pengaruh udara terhadap penerbangan sipil relative besar. Pelaksanaan latihan militer udara merupakan cara penting untuk memeriksa dan meningkatkan kemampuan pertempuran udara pertahanan Tiongkok. Tindakan itu telah mendapat dukungan luas masyarakat Tiongkok, diharapkannya para penumpang dapat memahami.

Latihan Militer Paksa Tunda Penerbangan


SHANGHAI - Pihak otoritas penerbangan sipil China (CAAC) mengkonfirmasi latihan militer yang berlangsung bulan ini, akan menyebabkan perubahan jadwal penerbangan. Beberapa penerbangan akan mengalami penundaan.

"Latihan militer rutin telah menimbulkan terganggunya jadwal penerbangan Juli ini. Namun hal ini juga disebabkan karena adanya gangguan cuaca," pernyataan CAAC, seperti dikutip AFP, Minggu (27/7/2014).

Kota yang terkena pengaruh penundaan penerbangan ini antara lain Shanghai, Nanjing dan Qingdao. Selain itu, penundaan juga terjadi di Wuhan dan Zhengzhou.

Ratusan penerbangan juga mengalami penundaan di dua bandara di Shanghai pekan ini. Penundaan terjadi Pudong dan Hongqiao. Tercatat 170 jadwal penerbang ditunda pada Kamis 24 Juli 2014.

China sendiri melakukan latihan militer di beberapa provinsi mulai Juli hingga Oktober. Pihak Kementerian Pertahanan China mengatakan, pasukan mereka melakukan tes penangkal rudal.

Diperkirakan penundaan jadwal penerbangan ini akan berlangsung di 12 bandara utama di wilayah timur China. Penundaan itu akan berlangsung mulai 20 Juli hingga 15 Agustus 2014. (faj)


Read more ...

Pesawat Latih TNI Resmi Miliki Simulator

Sunday, July 27



TRIBUNNEWS.COM, SLEMAN – Tentara Nasioanal Indonesia (TNI) Angkatan Udara (AU) meresmikan penggunaan gedung beserta simulator dari Pesawat Grob G120 TP-A di Skadik 104, Lanud Adisutjipto, Kamis (24/7).
Peresmian diawali dengan upacara militer sederhana dan dilanjutkan peninjauan dan pengecekan simulator oleh Komandan Pangkalan Udara (Lanud) TNI AU Adisutjipto, Marsekal Pertama TNI Agus Munandar.
Komandan Lanud dalam sambutannya memaparkan keberadaan simulator selain bertujuan untuk menyiapkan siswa dalam memasuki tahapan pendidikan terbang yang sesungguhnya, juga dimaksudkan untuk membentuk habit dan keselamatan sebelum memasuki tahap bina terbang.
“Tantangan yang semakin berat tersebut menjadikan Lanud Adisutjipto, khususnya Wingdik Terbang, harus mempersiapkan diri sedini mungkin. Tahapan pendidikan yang sekarang ini berjalan merupakan upaya untuk mempersiapkan sumber daya manusia yang diharapkan,” paparnya.
Agus Munandar, menambahkan kehadiran pesawat latih Grob G120TP-A sendiri merupakan jawaban atas tantangan dari proses modernisasi alat utama sistem senjata (alutsista) di TNI AU yang sedang dan akan terus berjalan.
Pesawat Grob adalah pesawat buatan Jerman yang dipergunakan untuk pelatihan dasar. Pesawat ini merupakan pesawat latih terbaru TNI AU, tiba di Lanud Adisutjipto setahun yang lalu, yang keberadaanya menggantikan pesawat Latih Bravo.
TNI AU memilih pesawat Grob untuk pesawat latihnya karena pesawat tersebut dinilai yang terbaik untuk sekolah penerbang. Hal itu berkaitan pesawat tersebut mampu melakukan manuver yang cukup ekstrem.(*)
Read more ...

Teknologi Sensor Laser Deteksi Bahan Peledak

Sunday, July 27




CALIFORNIA - Tim insinyur dari UC Berkeley di Amerika Serikat mengembangkan teknologi baru yang mampu mendeteksi bahan peledak.

Dilansir Shinyshiny, Minggu (27/7/2014), peneliti menggunakan sensor plasmon berskala nano kecil, yang terdiri dari lapisan cadmium sulfide di atas selembar perak. Peneliti juga memanfaatkan lapisan magnesium fluoride.

Perangkat ini diklaim merupakan device pendeteksi bom terkecil dan lebih sensitif. Peneliti telah menguji inovasi terbarunya dengan bahan peledak yang berbeda-beda, seperti DNT, ammonium nitrate serta nitrobenzene.

Perangkat ini sukses mendeteksi bahan kimia dari setiap bahan peledak dengan konsentasi 0,67 bagian per miliar, 0,4 bagian per miliar dan 7,2 bagian per juta masing-masing. Menurut peneliti, sensor ini menunjukkan hasil deteksi yang lebih baik dibandingkan sensor sebelumnya.

Di masa depan, teknologi ini bisa membantu untuk menemukan pentaerythritol tetranitrate (PETN). PETN dianggap populer di antara teroris, karena bisa dibawa bepergian dan menjadi tipe plastik serta tidak dapat terlihat oleh pemindai x-ray.

Bahkan, bahan peledak ini bisa disembunyikan dalam ponsel dan gadget lainnya. Akan tetapi, tim peneliti mengatakan bahwa teknologi sensor mereka bisa digunakan untuk penciptaan chip pendeteksi bom yang dapat mengendus keberadaan uap dari molekul bahan peledak. (ahl)
Read more ...

Film Transformers: Age of Extinction Digarap Animator Indonesia

Sunday, July 27


Jakarta, HanTer - Salah satu film Hollywood yang paling dinanti di musim panas di Amerika kali ini adalah Transformers: Age of Extinction garapan sutradara kenamaan, Michael Bay. Film ini juga melibatkan animator muda Indonesia, Ronny Gani.

Film Transformers: Age of Extinction yang menampilkan Mark Wahlberg sebagai pemeran utamanya ini melibatkan animator muda Indonesia, Ronny Gani, yang juga pernah terlibat dalam penggarapan film-film Hollywood seperti the Avengers, Pacific Rim, dan Noah.

“Ini pertama kali saya kerja bersama Michael Bay,” ujar Ronny Gani kepada reporter VOA, Dhania Iman, baru-baru ini. Dalam lima tahun belakangan ini, Ronny bekerja di perusahaan Industrial Light and Magic di Singapura, yaitu sebuah anak perusahaan dari Lucas Film Group yang fokus mengerjakan efek visual untuk filem-filem Hollywood.

“Kebetulan kita kali ini berhasil dapat untuk mengerjakan proyek Transformers,” kata pria berusia 31 tahun ini. “Sebelumnya saya ikut mengerjakan (film) Pacific Rim. Ada downtime sebentar, terus saya langsung bergabung ke tim yang mengerjakan Transformers,” lanjutnya.

Proses penggarapan animasi untuk film Transformers: Age of Extinction ini berlangsung selama enam bulan dan dilakukan oleh tim animator di Singapura yang berjumlah sekitar 20 orang. “Totalnya untuk seluruh kru visual effects di Singapura itu mungkin bisa sampai 100. Bukan hanya animator, tapi ada modeler, kompositor, lighter, effect artist,” jelas Ronny. Sebagian lagi dikerjakan oleh tim lain di kantor pusat Industrial Light and Magic yang berpusat di San Francisco, Amerika.

Tantangan yang dihadapi oleh Ronny cukup besar, mengingat film Transformers ini sudah lama dinanti dan banyak penggemarnya. “Yang pasti Transformers ini sudah punya brand sendiri. Dia punya fan base sendiri yang besar banget di seluruh dunia,” kata pria lulusan Universitas Indonesia jurusan arsitektur ini. Oleh karena itu, Ronny berusaha tidak merubah karakterisasi dari setiap karakter yang ditampilkan oleh film tersebut. “Jadi kita harus true to character. Jangan sampai fans yang sudah besar jumlahnya itu merasa kecewa, karena melihat ‘loh kok jadi beda di film yang baru ini,’” jelas pendiri sekolah online Bengkel Animasi ini.

Sebagai persiapan, sebelum ikut menggarap film Transformers yang ke-4 ini, Ronny melakukan banyak riset dengan menonton ulang film-film Transformers yang terdahulu. “Saya perhatikan bagaimana si Optimus Prime. Aktingnya seperti apa. Kalau dia berantem, gaya berantemnya seperti apa,” ujar pria yang gemar bermain gitar dan bas ini.

Menurut Ronny, sutradara Michael Bay memiliki gaya yang cukup bagus dalam menggarap film-filmnya dan selalu berusaha mendorong para animatornya untuk bisa memberikan hasil yang terbaik. Seringkali hasil pengerjaan sebuah adegan yang sudah dikirim kepada Michael Bay akhirnya dikirim kembali kepada para animator dan kru efek visual di Singapura untuk bisa diperbagus. “Saat satu set sudah disetujui, kemudian ditarik kembali, karena menurut dia masih bisa dibuat lebih bagus lagi,” cerita Ronny.

Ronny menambahkan bahwa baginya Michael Bay memiliki mata yang tajam untuk bisa menciptakan gambar yang bagus dalam film. Ronny berani berkata kalau film Transformers: Age of Extinction ini lebih bagus dari yang sebelum-sebelumnya dengan cerita yang lebih matang dan mendalam. “It’s going to be a good show. It’s going to be an entertaining show,” tambahnya.

Menjadi kelegaan tersendiri bagi Ronny, setelah film yang digarap akhirnya bisa dinikmati oleh para pecinta film di seluruh dunia. “Biasanya memang untuk show atau film yang kantor kita kerjakan, kita mengadakan screening. Kita semua pergi ke bioskop ramai-ramai, menonton dan menikmati hasil karya kita,” lanjutnya.

Seperti proyek film-film yang sebelumnya, Ronny mengaku, ketika adegan-adegan yang ia ikut garap terlihat di layar lebar, dirinya malah memperhatikan para penonton yang lain. “Saya melihat semua audience yang lagi memandang ke layar. All of these people in this cinema, in this theatre are looking at my works. And not only in this cinema, (but) the whole world is seeing my works,” kata Ronny.

Film Transformers: Age of Extinction yang saat ini tengah tayang di Indonesia dirilis di Amerika tanggal 27 Juni 2014. Kali ini, sutradara Michael Bay menampilkan karakter baru sebagai pengganti karakter Sam Witwicky yang diperankan oleh Shia LaBeouf. Karakter baru tersebut dimainkan oleh Mark Wahlberg yang berperan sebagai Cade Yeagar, seorang orang tua tunggal dan ilmuwan.

Read more ...

Tiongkok Tawarkan Teknologi Rudal  

Sunday, July 27



, Jakarta - Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro mengatakan sampai saat ini kerja sama industri pertahanan pembuatan rudal antara Indonesia dan Tiongkok terus berjalan. Purnomo menyebut pemerintah Negeri Tirai Bambu tersebut memberi lampu hijau dalam proses alih teknologi rudal Tiongkok ke para ahli Indonesia.

"Pemerintah Tiongkok mendukung alih teknologi itu," kata Purnomo kepada wartawan di kantor Kementerian Pertahanan, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Kamis, 24 Juli 2014. Purnomo baru saja menerima kedatangan Wakil Komisi Pusat Militer Negeri Tiongkok Jenderal Fan Changlong di kantornya. (Baca: RI Kawal Perbatasan Laut Cina Selatan)

Jenderal Fan adalah pejabat tinggi militer Tiongkok, bahkan posisinya lebih tinggi di atas panglima tentara dan menteri pertahanan. Dia dianggap setara dengan wakil presiden, sebab berada di bawah presiden atau panglima tertinggi militer Tiongkok.

Meski begitu, Purnomo mengatakan kerja sama alih teknologi rudal tersebut sedikit melewati prosedur yang berbeda antarnegara. Sebab industri pertahanan Indonesia berada di bawah kendali Kementerian Pertahanan, sementara industri pertahanan Tiongkok atau State Administration for Science Technology and Industry for National Defence (SASTIND), tidak berada di bawah Kementerian Pertahanan. "Mereka (SASTIND) berpikir secara bisnis, jadi ada jalur terpisah yang harus kami lalui," kata Purnomo.

Pemerintah sendiri sangat tertarik dengan kerja sama rudal Tiongkok. Alasannya, TNI Angkatan Laut sebagai pengguna terbanyak rudal Tiongkok tersebut merasa sangat cocok. Sebagai bukti, Purnomo melanjutkan, dalam gelaran latihan gabungan di Asembagus, Situbondo, Jawa Timur, TNI Angkatan Laut merasa puas dengan rudal buatan Tiongkok yang ditembakkan dari atas kapal perang Indonesia.

"TNI AL puas dari sisi kuantitas, kualitas, serta harga. Jadi mereka ingin betul-betul lanjutkan kerja sama ini," kata Purnomo. (Baca: Menhan Terima Kunjungan Pejabat Militer Tiongkok)

Mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral itu mengatakan Indonesia sedang memprioritaskan kerja sama pembuatan rudal jarang pendek dan menengah dengan Tiongkok. Setidaknya sampai saat ini Indonesia memakai empat produk rudal yang diproduksi Tiongkok, antara lain rudal C-802, C-705, QW-1, dan QW-3.

Sayangnya, Jenderal Fan Changlong sebagai perwakilan dari pemerintah Tiongkok tak bersedia menyampaikan pernyataannya tentang kerja sama rudal di hadapan wartawan yang sudah menunggu. Jenderal Fan memilih langsung meninggalkan kantor Kementerian Pertahanan Indonesia tanpa berbicara dengan pers.
Read more ...

Nuning Terkesan Konsep Proxy War Letjen Gatot

Sunday, July 27



JAKARTA  - Anggota Komisi I DPR Susaningtyas Kertopati atau Nuning mengapresiasi pengangkatan Letjen Gatot Nurmantyo sebagai Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD). Nuning mengaku terkesan akan konsep Gatot tentang proxy war yang pernah disampaikan antara lain ketika memberikan kuliah umum di kampus Universitas Indonesia (UI), Depok, Jawa Barat.
Nuning melihat Gatot sebagai jenderal Angkatan Darat yang profesional dan intelektual. Beberapa kali, Gatot menjadi pembicara di perguruan tinggi seperti di UI dan Universitas Padjajaran (Unpad). "Pemikirannya mengenai antisipasi proxy war sangat menarik," tutur Nuning di Jakarta, Jumat (25/7/2014).
Dalam kuliah umum di kampus UI tersebut, Gatot mengatakan bahwa perang proxy atau proxy war merupakan perang antara dua pihak yang tidak saling berhadap-hadapan namun menggunakan pihak ketiga untuk mengalahkan musuh.
"Perang proxy tidak dapat dikenali secara jelas siapa kawan dan siapa lawan karena musuh menggunakan dan mengendalikan actor nonstate," tutur Gatot. Menurutnya, indikasi proxy war antara lain adalah gerakan separatis, demonstrasi massa, dan bentrok antarkelompok.
Nuning juga melihat Gatot rajin mengunjungi prajurit di pelosok-pelosok negeri. Hal itu dilakukan untuk menjaga profesionalisme prajurit TNI AD dan juga menjaganya agar tak larut ke dalam politik. "Di mata saya sebagai anggota Komisi I DPR, KSAD yang baru ini seorang jenderal koboi," kata politisi Partai Hanura itu.
Nuning mengharapkan KSAD yang baru bisa membangun kesejahteraan prajurit serta alat utama sistem pertahanan (alutsista) sehingga TNI AD mumpuni menjaga pertahanan teritorial NKRI. "Semoga ke depan Pak Gatot dapat meneruskan apa yang sudah diperjuangkan KSAD terdahulu Jenderal Budiman dalam memajukan pembangunan SDM TNI AD melalui pendidikan dan pelatihan," imbuhnya.
Letjen Gatot Nurmantyo dilantik menjadi KSAD di Istana Presiden, Jumat (25/7) siang. Upacara pelantikan itu dihadiri Wakil Presiden Boediono, Menkopolhukam Djoko Suyanto, Menko Perekonomian Chairul Tanjung, Menko Kesra Agung Laksono, Mendagri Gamawan Fauzi, Menlu Marty Natalegawa, Panglima TNI Jenderal Moeldoko, Kapolri Jenderal Sutarman, dan dua kepala staf angkatan TNI lainnya. Sedangkan Jenderal Budiman yang saat ini berstatus perwita tinggi Mabes TNI tidak hadir di acara tersebut. (tribunnews/fer/zul/and/wah/m1)
Read more ...

Tentara Israel tewas kena rudal antitank

Sunday, July 27



 (ANTARA News) - Dua tentara Israel tewas dalam pertempuran di Gaza, Jumat, menjadikan jumlah prajurit mereka yang tewas menjadi 37 orang sejak operasi darat militer Israel dimulai terhadap Gaza.

"Kemarin malam dua tentara Angkatan Pertahanan Israel tewas dalam pertempuran di Jalur Gaza," kata pernyataan militer Israel.

Bar Rahav, 21 tahun dan Bnaya Rubel, 20 tahun masing-masing tewas akibat serangan rudal antitank dan dalam satu pertempuran Sabtu malam , kata militer

Tidak ada rincian lebih jauh tenang keadaan menyangkut kematian mereka.

Sayap militer HAMAS, yang jadi sasaran utama operasi Israel, menyatakan telah menjerat pasukan dan tank Israel sehingga masuk ke ladang ranjau dan menewaskan 14 tentara.

Juga pada Sabtu, Sersan Adar Bersano, 20 tahun dari Nahariya, dan Mayor Amottz Greenberg, 45 tahun dari Hod Hsharon,tewas dalam pertempuran melawan kelompok gerilyawan yang menyusup masuk ke Israel melalui satu terowongan dari tengah Jalur Gaza.

Sayap militer HAMAS Brigade Ezzedine al-Qassam mengatakan 12 personil mereka "berada di belakang garis musuh" selama enam jam sebelum melakukan "konfrontasi langsung dengan musuh untuk membalas kematian para syuhada kami, khususnya anak-anak."

Para pejuang itu mengklaim mereka "membunuh enam tentara yang berpatroli dan mencederai beberapa orang lainnya," tetapi militer Israel mengatakan hanya dua tentara saja yang tewas.
Read more ...

UKRAINA MEMANAS:Serangan tewaskan seorang wali kota Ukraina

Sunday, July 27



Lviv, Ukraina (ANTARA News) - Dua wali kota jadi sasaran dalam serangan-serangan terpisah, kata pihak berwenang Sabtu, dengan seorang ditembak mati sementara satu rumah seorang wali kota lainnya dihantam roket anti-tank.

Oleg Babayev, wali kota Kremenchuk, Ukraina timur bagan tengah tewas tidak jauh dari rumahnya, kata kementerian dalam negeri.

Dalam satu serangan lainnya, rumah Andry Sadovy, wali kota Lviv dihantam satu roket yang ditembakkan Jumat malam.

Tidak ada seorangpun dalam rumah itu saat serangan itu, kata kantornya dalam satu pernyataan sementara polisi lokal melalukan pemeriksaan apa yang mereka sebut sebagai satu "serangan teroris".

Sadovy adalah seorang tokoh penting dalam protes pro-Eropa yang menyebabkan jatuhnya mantan presiden Viktor Yanukovych yang pro-Rusia Februari.

"Menurut pengetahuan saya, tidak ada peluncur-peluncur roket digunakan untuk menembak di Lviv," kata Sadovy.

Lviv, satu kota berpenduduk sekitar 750.000 jiwa dekat perbatasan Polandia, adalah satu pangkalan kelompok nasionalis yang berbahasa Ukraina.

Baik Lviv maupun Kremenchuk aman dari aksi kekerasan yang melanda Ukraina timur, di mana separatis pro-Rusia terlibat pertempuran melawan pasukan Ukraina, demikian AFP.
Read more ...

Sepanjang 2014, Korut Luncurkan Rudal 15 Kali

Sunday, July 27



JAKARTA - Korea Selatan menghitung sudah 15 kali Korea Utara menembakkan rudal ke arah laut sepanjang tahun ini. Menurut warta Yonhap, rudal yang ke-15 ditembakkan hari ini, Sabtu (26/7/2014).
Catatan menunjukkan Kepala Staf Gabungan Korea Selatan mengatakan rudal jarak pendek itu ditembakkan Pyongyang sekitar pukul 21.40 waktu setempat. Rudal ditembakkan ke arah Laut Timur. Diduga rudal itu jenis Scud.
Lantaran penembakan itu, militer Korea Selatan menyiapkan kesiagaan berlipat. Namun, Korea Selatan sejauh ini tidak menerapkan zona larangan terbang dan larangan melaut.
Menurut Seoul, Korea Utara sudah enam kali menembakkan rudal balistik dari 15 kali penembakan tersebut.
Read more ...