DUNIA MILITER TERKINI

Berita Militer Terkini dan Alutsista Militer Indonesia

Google uji pesawat tanpa awak untuk kirim barang

Saturday, August 30


Google telah membangun dan menguji kendaraan udara yang dapat digunakan untuk mengirim barang.

Proyek ini dikembangkan di Google X, cabang perusahaan yang melakukan penelitian teknologi, yang juga merancang. Proyek yang disebut Wing atau Sayap ini telah berjalan selama dua tahun namun sempat dirahasiakan.

Google mengatakan tujuan jangka panjang adalah untuk mengembangkan pesawat tanpa awak yang dapat digunakan dalam bantuan bencana dengan mengirimkan barang ke daerah terpencil.

Alat ini dapat digunakan jika terjadi gempa, banjir atau kondisi cuaca ekstrem untuk mengantar barang kecil seperti obat-obatan atau aki ke tempat yang tidak dapat ditempuh dengan kendaraan, kata Google.

"Bahkan hanya dengan beberapa kendaraan yang dapat dioperasikan secara terus menerus dapat memberikan bantuan kepada banyak orang dalam situasi darurat," kata Astro Teller, Kapten Moonshots, nama proyek Google X.

Proyek kendaraan yang dapat diterbangkan tanpa perlu awak ini pada mulanya dikembangkan untuk mengirim alat bantu bagi orang yang diduga mengalami serangan jantung.

Gagasan awalnya adalah alat tanpa awak ini dapat mengangkut peralatan secara lebih cepat dibandingkan ambulans.

Pesawat untuk Proyek Sayang ini dirancang dengan sayap berukuran 1,5 meter dan empat propeler elektronik.

Pesawat itu sendiri memiiliki bobot 8,5 kg dan dapat mengangkut sekitar 1,5 kg barang.


SUMBER : PASUKAN KHUSUS
Read more ...

Eropa dan AS akan Membuat Pesawat Lima Kali Kecepatan Suara

Saturday, August 30
 

Menurut laporan media asing, pesawat ruang angkasa dianggap sebagai pesawat terbang yang dapat lepas landas dari bandara biasa, dan dengan mudah masuk ke orbit. Amerika sebelumnya pernah mengembangkan pesawat ruang angkasa, karena alasan teknis, pesawat ruang angkasa belum dapat direalisasikan, kesulitan terbesarnya terletak pada sistem tenaga penggerak.

Pesawat ruang angkasa harus menerobos atmosfer dan masuk ke orbit. Oleh karena itu, membutuhkan airbreathing jet engine dan mesin roket, sementara tenaga hybrid adalah kendala teknologi pesawat ruang angkasa yang belum dapat direalisasikan.

Air Force Research Laboratory saat ini sedang mengembangkan mesin roket bernapas sinergis (Sabre) untuk pesawat ruang angkasa, dan kemungkinan akan bekerja sama dengan perusahaan Inggris, untuk memberikan tenaga dorong bagi pesawat ruang angkasa masa depan.

Perusahaan Inggris juga sedang mengembangkan pesawat ruang angkasa dan mesinnya, yaitu mesin roket bernapas sinergis (SABRE), yang dapat lepas landas seperti pesawat pada umumnya dari bandara, kemudian mempercepat dengan kecepatan supersonik melalui tenaga dorong gabungan, hingga akhirnya mencapai kecepatan memasuki orbit, dan menjalankan berbagai misinya.

Karakteristik mesin roket bernapas sinergis SABRE berukuran kecil, tenaga dorong yang mumpuni, dapat dipercepat hingga kecepatan supersonik dalam waktu singkat, adalah mesin scramjet yang mendukung pembakaran supersonik dan tidak akan padam. Sehingga mesin seperti ini memiliki keunggulan teknologi yang lebih kuat daripada mesin tradisional, mendukung sistem pembakaran di dalam atmosfer, tanpa menggunakan mesin roket yang mengkonsumsi sejumlah besar propelan.



Selain Amerika Serikat, Eropa juga memiliki proyek pesawat luar angkasa sendiri, seperti prototype pesawat ruang angkasa Skylon dari European Space Agency. Pesawat ini dilengkapi dengan dua mesin roket bernapas sinergis SABRE, dengan kemampuan penerbangan hipersonik, dan dapat dengan mudah menambah kecepatan hingga lebih dari lima kali kecepatan suara.

Pesawat ruang Skylon akan mengaktifkan mesin roket saat akan masuk ke luar angkasa pada ketinggian lebih dari 100 km, di saat demikian kecepatan pesawat akan bertambah untuk memenuhi persyaratan memasuki orbit.

Proses pengembangan mesin roket bernapas sinergis SABRE mendapat dukungan dari Laboratorium Penelitian Angkatan Udara Amerika, yang juga memiliki program R & D sendiri, seperti penggunaan teknologi pertukaran panas yang baru untuk meningkatkan kemampuan mesin terhadap regangan suhu.

Pesawat dengan mesin SABRE yang mendukung pembakaran hidrogen dan oksigen, adalah mesin airbreathing, untuk memenuhi syarat penerbangan pada ketinggian 26 km dengan kecepatan Mach 5, saat bahan bakar hidrogen cair diaktifkan, mesin akan masuk ke modus orbit, dan dapat mempercepat masuk ke orbit.

Ditilik dari sudut pandang tertentu, pesawat dengan mesin seperti ini merupakan pesawat terbang satu tahap masuk ke orbit, panjang pesawat konseptual 84 meter, dengan bobot lepas landas mencapai 300 ton. Jenis ini sebanding dengan sebuah pesawat komersial jumbo, sistem pendingin yang digunakan juga lebih canggih dan dapat mendinginkan suhu 1.000 derajat Celcius hingga minus 150 derajat Celcius. Teknologi ini sangat membantu pada bodi dan mesin pesawat yang overheating, karena bisa dengan cepat menurunkan suhu.




Peneliti di Farnborough International Airshow mengungkapkan bahwa program pesawat ruang angkasa saat ini telah menyelesaikan lebih dari 700 proyek percobaan. Kini yang sedang dikembangkan oleh para insinyur adalah sistem pendingin mesin, jika berhasil mengembangkan pesawat ruang angkasa, maka perlintasan jalur Atlantik dipastikan akan sangat menarik.

Tapi sebagai proyek pertahanan, badan antariksa AS tidak akan mengungkapkan terlalu detail terkait pesawat ruang angkasa, karena memertimbangkan proyek pesawat ruang angkasa dari Badan Antariksa Eropa tidak hanya merupakan bagian dari Eropa, tetapi Amerika juga terlibat pada proyek ini. (Joni Sanjaya/Muhammad Asari)

SUMBER : PASUKAN KHUSUS
Read more ...

Menperin: industri dirgantara akan dikembangkan dan dilindungi

Saturday, August 30
 

Bandung (ANTARA News) - Menteri Perindustrian MS Hidayat mengatakan industri dirgantara yang memproduksi pesawat terbang akan terus dikembangkan dan dilindungi agar Indonesia mampu memenuhi kebutuhan pesawat kecil untuk menghubungkan wilayah-wilayah yang sulit dijangkau jalan darat dan laut.

"Kami sangat mendukung industri dirgantara karena pengembangan industri tersebut akan menumbuhkan ratusan bahkan ribuan industri lainnya," ujarnya di sela-sela kunjungan kerja ke PT Dirgantara Indonesia di Bandung, Jawa Barat, Jumat.

Menurut dia, kebutuhan pesawat di Indonesia sangat besar untuk menghubungkan berbagai daerah. Pemerintah pusat bersama PT Dirgantara Indonesia (PTDI) dan pemerintah daerah telah mendiskusikan spesifikasi kebutuhan pesawat yang bisa menghubungi daerah-daerah terpencil.

Oleh karena itu, katanya, pemerintah mendukung proyek pengembangan pesawat N219 berkapasitas 19 orang oleh PTDI, karena sesuai dengan kebutuhan di dalam negeri.

"Pesawat diperkirakan sudah bisa memenuhi komponen lokal 40 persen dan akan terus ditingkatkan menjadi 60 persen," katanya.

Namun, lanjutnya, PTDI juga harus mampu menjual produk tersebut sebanyak-banyaknya agar skala ekonominya tercapai. Hidayat berjanji bila komponen lokal pesawat itu sudah mencapai 60 persen, maka akan dilindungi dari persaingan dengan produksi sejenis buatan asing yang lokal kontennya rendah.

Selain Kemenperin, pemerintah melalui Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) juga mendukung lewat suntikan dana sebesar Rp400 miliar untuk riset dan pengembangan (R&D) pesawat N219. PTDI akan bekerja sama dengan LAPAN (Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional) untuk riset dan pengembangan N129 sebanyak empat prototipe pesawat yang akan diujicoba.

"Tahun ini, kami menganggarkan bantuan riset melalu LAPAN sebanyak Rp310 miliar tahun ini dan Rp90 miliar tahun depan," kata Menteri PPN/Kepala Bappenas Armida Alisjahbana yang juga berkunjung ke PTDI. VP Marketing PTDI Arie Wibowo mengatakan pihaknya membutuhkan dana riset dan pengembangan N219 sekitar Rp500 miliar.

"Sisanya akan kami ambil dari hasil penjualan kami," katanya. Sementara itu, Dirjen Industri Unggulan Berbasis Teknologi Tinggi (IUBTT) Kemenperin Budi Darmadi mengatakan industri pesawat terbang akan menumbuhkan ratusan industri komponen.

"Saat ini ada sekitar 40-50 industri komponen yang berpotensi mampu mendukung pengembangan pesawat tersebut," katanya (*)
Read more ...

Strange Aircraft: North American F-82 Twin Mustang

Saturday, August 30


The first time I ever saw a photo of the North American F-82 Twin Mustang I was adamant it was a photoshop. It’s not. In fact it’s not even a one off. They built 270 of these things, and interestingly the first three North Korean aircraft shot down during the Korean war were victims of these unusual aircraft.

Based on the iconic P-51 Mustang, which rose to fame as one of the USAAF’s most successful fighters of WWII, the F-82 Twin Mustang more or less lived up to its name. It was essentially two P-51′s fused together at the wing and the horizontal stabilizer. It was initially intended to be a very long-range (VLR) escort fighter to accompany Boeing B-29 Superfortresses on their missions over Japan. However the first F-82′s were only ready for service after WW2 had come to an end.


Development of the North American F-82 Twin Mustang began back in 1943, when the company began work on a fighter that could travel over 2,000 miles (3,220 km) without refueling. Although the aircraft is based on the P-51 Mustang, there were a number of changes necessary to make the aircraft airworthy and fit for its role. The fuselages were lengthened by 57 inches (145 cm) in order to accept additional internal fuel tanks and equipment. The center section of wing was also completely redesigned. Within this central wing six M2 Browning machine guns were fitted. In addition the outer wings were strengthened so they could carry additional fuel in external droptanks, or extra ordinance such as rockets or bombs.

The North American F-82 Twin Mustang’s first outing didn’t prove very successful as the aircraft was unable to get off the ground. After a month of investigation engineers figured out what the problem was. The propellers had been designed so that they spun in opposite directions to counter each other out, and they both turned upwards as they approached the center wing. However this resulted in all the lift from the central wing being cancelled out from the drag of the propellers. By switching the rotation of both propellers, so they now met as they were turning downwards, the problem was rectified.



Early prototype F-82′s both featured fully equipped cockpits so the pilots could alternate control on long flights. However later night-fighter versions of the F-82 Twin Mustang only had flight controls on the left side. The right side cockpit was for the radar operarator.

To match its odd design the F-82 had another quirk. It was one of the only aircraft in which the trainer version was faster than the combat version. This was due to the fact some of the earlier F-82′s were powered by British-made Merlin engines. However the US military decided it would be more fitting if the aircraft featured an all-American engine, so later aircraft were fitted with less powerful GM Allison engines.

During its lifetime the F-82 Twin Mustang saw service as a long range interceptor to safeguard against Soviet air attack, it operated as a radar-equipped all-weather night fighter, it was used as a air-to-ground attack aircraft, it was the first aircraft to take part in a combat mission during the Korean War and it was the first aircraft to score confirmed kills in the Korean War. Interestingly, although the F-82 Twin Mustang excelled during the first few months of the Korean War, as the conflict went on it was becoming increasingly obvious that propeller driven aircraft had no future in air-to-air combat as jet fighters were increasingly deployed by both sides.

After just seven short but busy years of service the North American F-82 Twin Mustang was retired in 1953. It remains one of the most successful weird aircraft ever to have flown.

At least five examples of the North American F-82 Twin Mustang exist today, and they are held in various museums and locations across the US.





Read more ...

Wajib Ditonton Valley of Wolves Palestine (Perjuangan Palestina)

Friday, August 29



 Film ini merupakan Film terbaik yang pernah ada. kehebatan perjuangan Masyarakat palestina walaupun mengalami korban yang begitu besar karena yahudi membunuh membabibuta masyarakat Palestina.


Kapal MV Mavi Marmara menjadi terkenal ketika kapal yang pengangkut bantuan kemanusiaan untuk Palestina ini diserang pasukan Israel pada Mei 2010 silam. Tujuannya tak lain agar bantuan yang sudah dikumpulkan tidak bisa sampai untuk rakyat Palestina.

Tragedi penyerangan kapal MV Mavi Marmara, merupakan bagian dari gerakan “Gaza Freedom Flotilla” yang menyebabkan kemarahan dunia. Padahal keenam kapal yang diorganinasi oleh gerakan Free Gaza Movement dan the Turkish Foundation for Human Rights and Freedoms and Humanitarian Relief (IHH) dari awal sudah menyatakan bahwa hanya membawa bantuan kemanusiaan untuk penduduk Palestina, yang telah diblokade begitu lama dari dunia luar oleh zionis Israel, sehingga tidak bisa mendapat bantuan sama sekali dari dunia luar.



Jangankan berhasil mengantarkan misi kemanusiaan, keenam kapal yang gagal menembus blokade laut Israel di Gaza ini malah dipaksa kembali ke Turki. Sedangkan MV Mavi Marmara yang berisi 8 orang berkebangsaan Turki dan seorang Turki Amerika, menjadi bulan- bulanan senjata pasukan Israel.


Di awal cerita film ini, menurut saya, memang sedikit ‘berlebihan’. Saat Polat Alemdar dan rekannya hendak melintas di perbatasan, mereka dimintai paspor oleh penjaga perbatasan yaitu tentara Israel. Dahi sang tentara sedikit berkerut saat mengetahui, bahwa paspor mereka dikeluarkan oleh Pemerintah Turki.


Warga Palestina dalam film ini digambarkan bagai hidup dalam penjara terbuka dikungkung oleh tentara Israel. Batas suka,duka,hidup dan mati digambarkan saat Simone yang mulai akrab saat tinggal dengan keluarga Abdullah sesaat kemudian tentara Israel datang dan mengubah canda menjadi nestapa. Polisi penjaga otorita Palestina pun seakan tak berdaya saat Tentara Israel ingin menggeledah pemukiman warga.

Penggambaran Moshe dan pasukannya yang sangat kejam bahkan tanpa ampun membunuh warga sipil termasuk anak,orang cacat dan manula serta wanita. Moshe juga ditampilkan sebagai tentara terlatih yang tidak mudah dibunuh, ia sempat lolos meski kehilangan organ indranya. Mata moshe tertembak saat kelompoknya berusaha menggeledah rumah Abdullah. Karena Polat dkk berada di rumah tersebut.
Read more ...

Militer Tiongkok Merespon Pencegatan Pesawat Pengintai Y-8 oleh Jet Tempur Taiwan

Friday, August 29


Tiongkok - Sehubungan dengan protes militer Taiwan terhadap insiden dua pesawat pengintai Tiongkok empat kali memasuki zona identifikasi pertahanan udara Taiwan, Departemen Pertahanan Tiongkok mengatakan, pesawat Tiongkok hanya mengadakan "kegiatan penerbangan rutin" terkait wilayah udara bersangkutan.

Saat menanggapi Reuters, Kementerian Pertahanan Tiongkok mengatakan, Minggu (24/8/2014), "Pesawat militer kami sedang mengadakan kegiatan penerbangan rutin terkait wilayah udara bersangkutan, tidak ada peristiwa yang tidak normal."

Kepala staf komando tempur Angkatan Udara Taiwan mengatakan, Selasa (26/8/2014), dua pesawat pengintai militer Tiongkok memasuki zona identifikasi pertahanan udara Taiwan, terkait itu, Angkatan Udara Taiwan mengerahkan pesawat tempur untuk pencegatan. Pesawat pengintai Y-8 Tiongkok empat kali memasuki zona identifikasi pertahanan udara Taiwan, lalu pergi 10 menit kemudian.

"Militer Taiwan mengadakan pemantauan selama 24 jam penuh, jadi dapat mengetahuinya secara akurat. Pesawat pengintai Y-8 PLA memasuki zona identifikasi pertahanan udara Taiwan dari sudut barat daya, dengan tujuan menuju ke Laut Tiongkok Selatan, arah Filipina," tutur kepala staf komando tempur angkatan udara Taiwan, Xiong Hou-ji.






Reuters mengatakan, sejak berkuasa pada 2008, Presiden Taiwan Ma Ying-jeou telah menandatangani serangkaian perjanjian ekonomi yang bersejarah dengan daratan Tiongkok, sehingga hubungan lintas-selat membaik, namun masih dibayangi dengan kecurigaan politik dan militer.

Sebelum pesawat militer Taiwan dikerahkan untuk mencegat pesawat mata-mata Tiongkok, pekan lalu, Pentagon juga melontarkan protes atas insiden pesawat militer AS-Tiongkok yang nyaris tabrakan di udara.

Pekan lalu, juru bicara Pentagon John Kirby mengatakan bahwa sebuah pesawat tempur Tiongkok nyaris tabrakan dengan pesawat pengintai angkatan laut AS dalam jarak hanya sekitar 10 meter di wilayah udara internasional sekitar Pulau Hainan, Washington telah mengajukan protes terhadap militer Tiongkok melalui jalur diplomatik.

Namun, juru bicara Kementerian Pertahanan Tiongkok mengatakan, bahwa tuduhan AS terhadap Tiongkok tidak berdasar, "operasional terkait pilot Tiongkok itu profesional, dan menjaga jarak yang aman dengan pesawat militer AS. (bbc/xiao er/joni/rahmat)
Read more ...

450 Perseonel TNI Siap Amankan Perbatasan Indonesia-Papua Nugini

Friday, August 29




Palu - Sebanyak 450 personel TNI AD siap mengamankan wilayah perbatasan Indonesia-Papua Nugini yang akan diberangkatkan pada akhir September 2014.

Komandan Korem 174/Anim Ti Waninggap Brigjen TNI Supartodi mengatakan, pengamanan yang berlangsung selama enam bulan itu bertujuan menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

"Pasukan TNI dan tentara Papua Nugini juga akan sama-sama berpatroli hingga terjalin kerukunan," katanya di palu, Kamis (28/8).

Supartodi juga berharap pasukan yang bertugas bisa saling menghormati dengan pasukan lainnya. Selain itu, fisik dan mental juga harus disiapkan karena cuaca di sana bisa berubah sewaktu-waktu.

Dia mengungkapkan, kondisi keamanan di wilayah perbatasan relatif aman dan kondusif karena selama ini jarang ada gejolak.

Meski demikian, dia meminta pasukan yang bertugas agar tetap waspada ketika melakukan penjagaan.

Sebelumnya ratusan pasukan itu melakukan latihan pratugas tahap II di wilayah Bangga, Kabupaten Sigi.

Dipilihnya wilayah Bangga karena daerah tersebut memiliki kemiripan kondisi geografis dengan lokasi di Merauke sehingga personel tidak terlalu kaget saat bertugas.

Latihan Satuan Tugas Operasi Pengamanan Perbatasan RI-Papua Nugini tersebut berlangsung selama dua pekan hingga 15 Agustus 2014.

Materi latihan, antara lain komunikasi sosial kepada masyarakat, operasi intelijen, operasi militer selain perang, dan pendekatan kepada masyarakat.

Pasukan yang sebagian besar dari Batalyon Infanteri 711/Raksatama tersebut akan bertugas di perbatasan RI-Papua Nugini di Papua menggantikan Batalyon Infanteri 715/Mololiatu, Gorontalo. Pasukan Yonif 711/Raksatama nantinya akan digantikan Yonif 713/Satyatama Gorontalo.
Read more ...

TNI AU Kerahkan Boeing B-737 dan CN-295 Cari WNA Hilang di Perairan NTB

Friday, August 29


BIMA (Pos Kota) – TNI AU dalam hal ini Lanud Rembiga dibawah kendali Koopsau II mengerahkan pesawat intai strategis Boeing B-737 dari Skadron Udara 5 Makassar serta Pesawat CN-295 dari Skadron Udara 2 untuk melakukan penyisiran dan pencarian korban Kapal wisata Versace Amara yang diduga tenggelam setelah menabrak karang‎ di perairan Pulau Sangeang, Kec Wera, Kab Bima, NTB. Kapal yang membawa 20 turis asing dan 5 awak kapal itu tenggelam pada hari sabtu 16 Agustus yang lalu sekitar pukul 20.00 WITA.
Sebagaimana konteks Lanud Rembiga sebagai pangkalan aju operasi, Komandan Lanud Rembiga Letkol Pnb Ardi Syahri, ST.,MM.,MMA beserta seluruh personel Lanud Rembiga siap mendukung dan membantu proses pencarian dua warga Negara spanyol korban kapal tenggelam di perairan pulau Sangeang, Kec Wera Kab. Bima NTB yang hingga kini masih belum diketemukan.
Pencarian sebelumnya telah menyisir sektor utara sampai 100 mil dari bima hingga ke pulau tengah kemudian kembali ke selatan menyusuri pantai utara ke pulau sangeang api hingga gili banta sampai pulau kelapa.
Di pencarian hari kedua Pesawat CN-295 tail number A-2907 dari Skadron 2 dengan Captain Pilot Mayor Pnb Dhian dan Copilot Kapten Pnb Anto bersama 6 crew menyisir wilayah pantai selatan bima hingga ke tambolaka hingga ke pantai timur lalu kembali ke pulau sangeang dan terbang sekitar 2 jam pencarian dengan menggunakan metode low level, dan terbang di ketinggian 2000 ft sampai dengan 1000 ft diatas laut untuk visual contact dengan sasaran.
cari-tengah
Turut serta dalam pencarian menggunakan pesawat CN 295  Kabasarnas Marsdya TNI FH Bambang Soelistyo, S.Sos dan Deputy Operasi Basarnas Brigjend TNI Tatang Zaenudin.
Pesawat Boeing B-737 dari Skadron Udara 5 Makassar juga turut terlibat dalam pencarian dan penyisiran di perairan sangeang, dengan Captain Pilot Mayor Pnb Iwan dan Copilot Lettu Pnb Muslih.
Danlanud Rembiga Letkol Pnb Adi Syahri, ST.,MM.,MMA menjelaskan Keterlibatan TNI AU dalam hal ini Koopsau II dan Lanud Rembiga khususnya sebagai Pangkalan Aju Operasi dalam mendukung pelaksanaan tugas Operasi Militer Selain Perang (OMSP)  TNI mutlak diperlukan sebagaimana diamanatkan dalam UU Nomor 34 Tahun 2004 tentang TNI.
Selain itu hal ini juga didasari oleh semangat jiwa kita untuk ingin bersatu padu menyelesaikan persoalan kesulitan manusia dalam memberikan perlindungan,  pertolongan dan penyelamatan warga bangsa, khususnya para korban kecelakaan pelayaran, penerbangan dan di lokasi-lokasi ekstrim lainnya.
cari-tengah-1

(Pentak Rembiga/sir)
Teks Gbr- Danlanud Rembiga Letkol Pnb Ardi Syahri, ST.,MM.,MMA berfoto bersama Kabasarnas Marsdya TNI FH Bambang Soelistyo, S.Sos sebelum CN-295 take off dari Bandara Internasional Lombok (BIL) memulai pencairan ke perairan Sangeang Bima
Read more ...

Indonesia-Australia sepakati kerja sama intelijen

Friday, August 29
 Indonesia-Australia sepakati kerja sama intelijen

Nusa Dua, Bali (ANTARA News) - Indonesia dan Australia menyepakati kerja sama intelijen dalam kerangka kerja sama keamanan atau Traktat Lombok di Nusa Dua Bali, Kamis.

Kesepakatan kerja sama intelijen itu ditandatangani Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa dan Menteri Luar Negeri Australia Julie Bishop dalam satu kesepahaman bersama yang berisi dua butir kesepahaman.

Butir pertama, yaitu kedua negara tidak akan menggunakan setiap intelijen mereka, termasuk kapasitas penyadapan, atau sumber-sumber daya lainnya dengan cara-cara yang dapat merugikan kepentingan dari kedua negara.

Butir kedua, yaitu kedua negara akan mendorong kerja sama intelijen antara lembaga-lembaga dan badan-badan yang relevan sesuai dengan hukum dan peraturan nasional masing-masing.

"Ini adalah suatu kesepakatan yang sangat penting sebagai dua negara yang memiliki hubungan mitra strategis. Kita tidak dapat melihat atau membiarkan tindakan-tindakan penyadapan seperti yang mungkin terjadi pada masa lalu," kata Marty.

Marty mengatakan bahwa tata perilaku pelaksanaan perjanjian antara Indonesia dan Australia tentang Traktat Lombok itu akan menempatkan hubungan kedua negara, termasuk kerja sama intelijen, ke hubungan yang positif.

"Pemulihan kembali komunikasi angkatan bersenjata kedua negara sebagaimana sediakala," ujar Marty.

Sementara itu, Bishop mengatakan bahwa tata perilaku pelaksanaan perjanjian Traktat Lombok itu merupakan instrumen yang memperkuat rasa hormat mendalam untuk setiap kedaulatan dan integritas wilayah pihak lain.

"Kami berdua percaya kerja sama intelijen yang kuat merupakan aspek penting untuk kedua negara dan merupakan cara paling efektif untuk mengalahkan pihak lain yang akan mengancam orang Australia ataupun orang Indonesia," ujar Bishop.

Para menteri luar negeri ataupun kepala badan intelijen masing-masing negara akan mengadakan pertemuan-pertemuan tahunan sebagai tindak lanjut atas tata perilaku pelaksanaan perjanjian Traktat Lombok.

Pertemuan-pertemuan itu, menurut Bishop, berarti penting untuk menghadapi tantangan-tantangan keamanan di masing-masing negara, regional, dan dunia.

"Termasuk ancaman dari kelompok radikal di negara mereka ketika kembali dari daerah konflik di Timur Tengah, Suriah, dan Irak," kata Bishop.
Read more ...

Raungan Su-27/30MKI TNI AU bikin takjub warga Timika

Friday, August 29
 

Timika, Papua (ANTARA News) - Warga Timika, Papua, terkagum-kagum sekaligus takjub menyaksikan atraksi dua pesawat tempur Sukhoi Su-27 dan Su-30MKI Flankers dengan suara meraung-raung saat bermanuver di atas langit kota itu, Kamis.

Dibandingkan pesawat tempur lain TNI AU, raungan mesin Su-27/30MKI Flankers memang jauh lebih menggetarkan dan "dalam". Kedua mesinnya sangat bertenaga dengan ukuran yang jauh lebih besar, bahkan ketimbang mesin F-16 Fighting Falcon sekalipun.

"Ini ada apa, koq ada pesawat tempur terbang di Timika. Selama ini saya belum pernah menyaksikan atraksi pesawat tempur seperti ini di Timika," kata Marsianus, salah seorang warga yang bermukim di kawasan Koperapoka, Timika.

Perwira Kosekhanudnas IV Biak, Letnan Kolonel Elektronika Lilik Irianto, di Timika, Kamis, mengatakan, atraksi dua pesawat tempur Su-27 Flankers dari Skuadron Udara 11 TNI AU itu bagian dari simulasi latihan Komando Pertahanan Udara Nasional Sektor IV yang berpusat di Biak.

Dalam latihan itu, disimulasikan ada pesawat terbang musuh (pesawat C-130 Hercules) tertangkap Satuan Radar 243 Timika memasuki wilayah udara Indonesia di sekitar Timika untuk menyerang area obyek vital nasional, PT Freeport Indonesia.

Saat pesawat musuh tersebut sudah teridentifikasi maka dalam jarak sekitar lima kilometer pasukan Detasemen Pertahanan Udara Komando Pasukan Khas TNI AU mencegat dengan menembakkan rudal QW.

Namun pesawat musuh tersebut mampu meloloskan diri dan selanjutnya menembaki sejumlah objek vital di area PT Freeport.

Menyikapi itu, Kohanudnas memerintahkan dua pesawat tempur Flankers yang ada di Biak yaitu Sukhoi-27 dan Su-30MKI untuk mengusir pesawat terbang musuh itu.

Dalam latihan tersebut juga dilibatkan satuan-satuan terkait lainnya dan komponen cadangan, di antaranya Kodim 1710/Mimika untuk mengvakuasi warga, polisi, Pemadam Kebakaran, pihak pengelola Bandara Timika, petugas medis dari RSUD, dan lainnya.

Menurut Irianto, selama latihan simulasi, Su-27 dan Su-30MKI itu melakukan tujuh kali running atau manuver. Padahal sesuai rencana semula, Flankers itu hanya dua kali manuver di atas langit Kota Timika.

"Ini suatu kebijaksanaan untuk masyarakat Timika. TNI AU melakukan itu untuk memberikan 'hiburan' kepada warga Timika mengingat selama 10 tahun berdirinya Kosekhanudnas IV ini baru pertama kali pesawat tempur terbang ke Timika," ujar dia.

Usai melakukan latihan simulasi, kedua Flankers itu langsung kembali ke Pangkalan Utama TNI AU Biak.

Sebelum melakukan latihan di Timika, Kosekhanudnas IV juga menggelar latihan serupa di Jayapura. 
Editor: Ade Marboen
Read more ...

TNI dan Angkatan Bersenjata Thailand Gelar Thainesia HLC ke-8

Friday, August 29


TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Angkatan Bersenjata Kerajaan Thailand menggelar sidang ke-8 Thailand-Indonesia High Level Committee (THAINESIA HLC) tahun 2014 di Hotel Sheraton, Bandung, Jawa Barat, Kamis (28/8/2014).

Sidang ini adalah forum pertemuan tahunan resiprokal antara Panglima TNI Jenderal TNI Moeldoko dengan Chief of Defence Forces of the Royal Thai Armed Forces (CDF RTARF) General Tanasak Patimapragorn untuk membahas, mengevaluasi, merekomendasikan dan melaksanakan kerja sama militer dua negara.

Agenda yang dibahas meliputi kegiatan kerja sama bidang intelijen, kegiatan kerja sama bidang operasi dan latihan terkoordinasi serta bidang pendidikan dan pelatihan.

Dalam sambutannya Panglima TNI meminta masyarakat patut mewaspadai berbagai tantangan dan ancaman yang bersifat tradisional maupun non-tradisional seperti kejahatan lintas negara, aksi teror, penguasaan wilayah oleh kekuatan besar.

Indonesia dan Thailand perlu terus bekerja sama secara sinergis dalam suatu kerangka kerja sama yang saling menguntungkan dalam berbagai bentuk interaksi kegiatan untuk mengantisipasi situasi keamanan di wilayah kawasan ASEAN.

Kerjasama yang dicapai kedua pihak akan mampu memberikan dampak positif bagi peningkatan kapasitas kedua angkatan bersenjata, keamanan perbatasan yang semakin kondusif dan wilayah kawasan di sekitarnya, serta hubungan baik kedua negara yang semakin kokoh.

Lebih lanjut menurut Panglima TNI, sidang kali ini merupakan momen penting bagi hubungan dan kerja sama antara angkatan bersenjata kedua negara, karena bertepatan dengan dilaksanakan sidang tahunan antara Panglima TNI dan Pangab Thailand.

"Selain itu juga dalam rangka membahas dan mengevaluasi serta merencanakan kerja sama militer kedua negara yang akan datang dan bahwa sidang ke-8 THAINESIA HLC tahun ini mengandung nilai yang sangat penting dan strategis bagi kedua negara," kata Moeldoko.

Menurutnya hasil kesepakatan dalam sidang ini akan menjadi pedoman dan payung hukum bagi kegiatan-kegiatan selanjutnya dalam mempertimbangkan lingkup bidang kerja sama dan berbagai inisiatif dalam peningkatan kerja sama militer kedua negara.

Disamping itu ke depan juga akan memasukkan agenda pembicaraan tentang kerja sama di bidang logistik, penerangan dan kesehatan militer. Setelah sidang, rombongan delegasi Thailand mengunjungi PT Pindad untuk meninjau fasilitas produksi dan mencoba senjata ringan.

Beberapa pejabat tinggi TNI yang turut mendampingi Panglima TNI diantaranya: Wakil KSAD, para Asisten Panglima TNI, Koorsahli KSAU, Asops KSAL dan Kapuskersin TNI. Sedangkan dari AB Thailand antara lain adalah Deputy Chief of Joint Staff RTARF ADM Itticom Bhamarasuta, Chief of Staff RTA LT GEN Kampanat Ruddit, Chief of Staff RTN VADM Pongthep Nhuthep dan Chief of Staff RTAF AM Chuchart Boonchai.
Read more ...

Bangun Masjid, Pangdam Harapkan Tentara Religius

Friday, August 29
 

SEMARANG (KRJogja.com) - Pangdam IV Diponegoro Mayjen TNI Sunindyo mendambakan adanya masjid yang layak untuk beribadah di lingkungan Kodam IV Diponegoro dan menjadi media membentuk tentara yang religius. Tampaknya sebentar lagi keinginan itu akan terwujud, setelah meletakkan batu pertama pembangunan Masjid Al Firdaus di komplek Makodam IV Diponegoro, Kamis (28/08/2014).

Pembangunan masjid seluas 750 meter persegi dengan ukuran 30 meter persegi kali 25 meter persegi, dan kapasitas jamaah 1000 orang diharapkan akan memberikan nuansa religius lingkungan Kodam IV Diponegoro. Pembangunannya direncanakan akan selesai dalam waktu 2 bulan dengan anggaran sekitar Rp 3,75 miliar yang didonaturi pengusaha Chandraly.

Dalam sambutannnya, Pangdam IV Diponegoro menegaskan Masjid Al Firdaus mempunyai makna taman surga, dengan harapan bagi umat islam yang beribadah di Masjid tersebut akan merasa tenang, khusu’ dan nyaman. Dengan demikian dapat meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Atap Masjid tersebut didesign terdiri tiga trap yang mempunyai filosofi bahwa manusia pertama lahir, kedua hidup dan ketiga akan mati.

Adapun tangga masjid terdiri lima traf yang mempunyai filosifi bahwa umat Islam menjalankan sholat lima waktu dan lima rukun Islam. Sedangkan tiang masjid terdiri tujuh belas tiang mempunyai filosofi bahwa sholat lima waktu sebanyak tujuh belas rakaat. (Cha)
Read more ...

Foto harta rampasan perang milisi-milisi Islam dari dua kamp militer pasukan sekuler Haftar di Benghazi

Friday, August 29


Setelah berhasil mematahkan tiga kali serangan darat dan udara pasukan pemberontak sekuler loyalis purnawirawan jendral Khalifah Haftar, milisi-milisi Islam yang tergabung dalam Majlis Syura Tsuwar Benghazi melakukan serangan balik terhadap pangkalan militer dan markas militer pasukan Haftar.

Yayasan Media Ar-Rayah, sayap media milisi Anshar Syari’ah Libya, menyatakan mujahidin berhasil menguasai sepenuhnya kamp militer Pasukan Pertahanan Angkatan Udara loyalis jendral sekuler Haftar dalam kompleks Bandara Panina, kota Benghazi, dalam pertempuran sengit pada hari Jum’at (22/8/2014).

Sejumlah kendaraan tempur dan persenjataan berat pasukan sekuler Haftar hancur dalam pertempuran sengit melawan milisi Anshar Syari’ah Libya. Beberapa persenjataan berat mereka ditinggalkan begitu saja saat mereka ditarik mundur di tengah tembakan gencar Anshar Syari’ah Libya.

Majlis Syura Tsuwar Benghazi kemudian melanjutkan operasi mereka dengan menyerang kamp-kamp militer milik Pasukan Reaksi Cepat loyalis Khalifah Haftar. Dalam pertempuran sengit yang berlangsung pada hari Ahad (24/8/2014), milisi-milisi Islam berhasil merebut dua kamp militer pasukan loyalis Haftar.

Kamp pertama adalah kamp militer Batalion 319, bagian dari Pasukan Reaksi Cepat “Anti Terror” Khalifah Haftar di kota Benghazi. Kamp kedua yang direbut milisi-milisi Islam adalah kamp militer Brigade 36, juga bagian dari Pasukan Reaksi Cepat “Anti Terror” Khalifah Haftar. Dalam pertempuran tersebut mujahidin menghancurkan beberapa tank, kendaraan militer dan persenjataan berat pasukan loyalis Haftar.

Mujahidin berhasil memperoleh belasan kendaraan militer, rudal-rudal, roket-roket anti tank, dan puluhan peti amunisi beragam jenis. Harta rampasan dalam jumlah besar tersebut jatuh sepenuhnya ke tangan milisi-milisi Islam setelah pasukan loyalis Haftar melarikan diri setelah terlibat pertempuran sengit. Sejumlah tentara loyalis Haftar bahkan melucuti seragam militer mereka saat melarikan diri.


Tentara sekuler loyalis Haftar menanggalkan seragam mereka saat melarikan diri dari gempuran milisi Islam




Komandan mujahidin milisi Saraya Al-Furqan, Jalal Makhzum, memimpin barisan mujahidin menggempur kamp militer pasukan Haftar



Tank mujahidin menggempur kamp militer pasukan sekuler loyalis Haftar




Mujahidin menggempur kamp militer pasukan sekuler loyalis Haftar




Kamp militer yang selama ini menjadi markas pasukan sekuler Haftar menembakkan rudal dan tank terhadap kaum muslimin, akhirnya jatuh ke tangan milisi-milisi Islam




Mujahidin menggempur kamp militer pasukan sekuler loyalis Haftar




Mujahidin menggempur kamp militer Batalion 319 dan Brigade 36 Pasukan “Anti Terror” sekuler loyalis Haftar




Mujahidin menggempur kamp militer Batalion 319 dan Brigade 36 Pasukan “Anti Terror” sekuler loyalis Haftar




Mujahidin menggempur kamp militer Batalion 319 dan Brigade 36 Pasukan “Anti Terror” sekuler loyalis Haftar




Sebagian harta rampasan perang yang diperoleh mujahidin dari kamp militer Batalion 319 dan Brigade 36 Pasukan “Anti Terror” sekuler loyalis Haftar




Sebagian harta rampasan perang yang diperoleh mujahidin dari kamp militer Batalion 319 dan Brigade 36 Pasukan “Anti Terror” sekuler loyalis Haftar




Sebagian harta rampasan perang yang diperoleh mujahidin dari kamp militer Batalion 319 dan Brigade 36 Pasukan “Anti Terror” sekuler loyalis Haftar




Sebagian harta rampasan perang yang diperoleh mujahidin dari kamp militer Batalion 319 dan Brigade 36 Pasukan “Anti Terror” sekuler loyalis Haftar




Sebagian harta rampasan perang yang diperoleh mujahidin dari kamp militer Batalion 319 dan Brigade 36 Pasukan “Anti Terror” sekuler loyalis Haftar (muhib al majdi/arrahmah.com)

SUMBER : PASUKAN KHUSUS INDONESIA
Read more ...

ALLAHUAKBAR!!! Ternyata jumlah tentara "Israel" yang tewas melebihi 1.000 orang

Friday, August 29


Brigade Al-Qassam telah mengumumkan pada 20 Juli bahwa pejuangnya mampu menangkap seorang tentara “Israel” yang diidentifikasi sebagai Shaul Aaron selama operasi komando yang menyebabkan pembunuhan 14 tentara dan lebih dari 50 lainnya cedera, sebagaimana dilansir oleh The Palestinian Information Center, Kamis (287/2014).

Kemudian, tentara “Israel” mengatakan bahwa mereka telah kehilangan kontak dengan perwira Hadar Goldin dalam bentrokan bersenjata dengan pejuang dari Brigade Al-Qassam pada Jum’at (1/8/2014), di sebelah timur wilayah Rafah.

Pejabat Hamas juga menyatakan bahwa para pemimpin “Israel” menyembunyikan angka yang sebenarnya tentang prajurit dan perwiranya yang tewas dan terluka selama perang.

“Sumber kami menunjukkan bahwa jumlah perwira dan tentara [Israel] yang tewas melebihi 1.000 orang dan yang terluka melebihi 2.000 orang,” katanya.

Anggota biro politik Hamas Muhammad Nazzal mengatakan bahwa ada beberapa tawanan “Israel” di dalam penjara Palestina di Jalur Gaza dan Gerakan Perlawanan Palestina siap untuk melakukan pembicaraan tentang para pawanan “Israel” tersebut.

Dalam pernyataan press pada Rabu (27/8), Nazzal menegaskan bahwa Gerakan Perlawanan Palestina bersedia untuk membahas isu tahanan “Israel”, tapi pembicaraan itu harus dipisahkan dari kesepakatan gencatan senjata dengan “Israel” baru-baru ini.

Nazzal menekankan apa yang dia sebut sebagai pencapaian strategis yang telah dilakukan Gerakan Perlawanan Palestina di Gaza. Dia juga menyatakan keyakinannya bahwa Gerakan Perlawanan Palestina mampu menghapus teori tentang tentara “Israel” yang tak terkalahkan. (ameera/arrahmah.com)

SUMBER : PASUKAN KHUSUS INDONESIA
Read more ...

Drone QF-16 Latihan Target

Friday, August 29


US Defense Advanced Research Projects Agency (DARPA) mendorong potensi Drone QF-16 untuk mampu memberikan dukungan udara kepada pasukan dalam pertempuran masa depan, seperti General Atomics MQ-1 Predator dan MQ-9 Reaper yang lebih dahulu diterjunkan ke medan tempur

IHS Jane mengatakan pesawat tanpa awak QF-16 ideal untuk serangan ke wilayah musuh dan misi yang berbahaya “di mana Anda tidak ingin menempatkan pilot dalam situasi bahaya”.

Saat ini QF-16 dibatasi hanya untuk operasi di dua pangkalan AS, Tyndall Air Force Base, Florida dan White Sands (WSMR), New Mexico. Stasiun kontrol QF-16 di darat akan kehilangan kontak dengan pesawat, jika pesawat terbang di atas cakrawala atau melebihi batas yang ditentukan.



Drone QF-16

Tapi Boeing ingin meng-upgrade sistem kontrol untuk memberikan QF-16 agar bisa terbang seperti UAV lain. “Langkah pertama adalah, kita benar-benar ingin pesawat terbang ini bisa terbang lebih luas tidak harus terikat pada dua stasiun,” kata Cejas dari Boeing.

“Tidak ada alasan QF – 16 tidak bisa melakukan apa yang UAV saat ini lakukan”.

Kemampuan QF-16 adalah sama dengan F-16 yang menggunakan pilot, Boeing telah dikontrak oleh USAF untuk mengkonversi 126 F-16 ke versi QF-16 untuk uji coba. Kebutuhan jangka panjang pemerintah AS adalah 210 pesawat QF-16.

SUMBER : PASUKAN KHUSUS INDONESIA   DAN  jakartagreater 
Read more ...

Bom kluster "Israel" di Gaza, munisi pemusnah terlarang yang pernah membinasakan rakyat Suriah

Friday, August 29

Bom Kluster yang secara massal dijatuhkan di Gaza selama 51 hari lalu, merupakan amunisi terlarang yang membunuh dan melukai target tanpa pandang bulu. Berdasarkan laporan MEMO pada (28/8/2014), bom kluster yang sama juga pernah menyebabkan korban tak hinga dalam perang sipil Suriah pada 2006. Saat itu, konflik sedang terjadi antara Libanon dan “Israel”.

Kelompok Koalisi Munisi Kluster, mengatakan dalam sebuah laporan tahunan berjudul, “Cluster Munition monitor 2014,” bahwa mereka telah mendokumentasikan sedikitnya 264 orang tewas dan 1.320 luka-luka di Suriah akibat bom kluster yang digunakan pada tahun 2012 dan 2013, dan bahwa “ratusan lainnya dicatat pada semester pertama tahun 2014.”

Mengutip laporan itu, sembilan puluh tujuh persen korban jiwa di Suriah adalah warga sipil, dan jumlah warga terluka dua kali lipat lebih banyak di tahun 2013 daripada tahun sebelumnya. Hal tersebut menunjukkan bahwa senjata terlarang telah semakin digunakan untuk membinasakan daerah yang lebih padat penduduk.

Meskipun laporan ini tidak menentukan apakah pasukan pemerintah benar-benar menggunakan mereka, namun ahli amunisi mengatakan bahwa hanya militer Suriah yang memiliki kemampuan teknis tersebut.

“Penggunaan munisi bom kluster pada tahun ini melanggar undang-undang persenjataan internasional. Sementara senjata ini telah dilarang oleh sebagian besar negara di dunia, beberapa aktor masih mencemoohkan pendapat dan standar internasional,” Mary Wareham, direktur advokasi divisi senjata Human Rights Watch dan editor laporan , mengatakan dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan oleh koalisi sebelum rilis laporan itu.

Pernyataan kelompok itu mengatakan, “[cukup] sudah, korban di Suriah lebih tinggi dari yang dikaitkan dengan konflik Israel-Libanon 2006 yang memicu kemarahan global dan berkontribusi pada pembentukan konvensi pelarangan.”

Bom kluster “Israel”

skema cara kerja bom kluster

Militer “Israel” secara luas dikritik di dalam negerinya dan di luar negeri untuk menggunakan bom kluster berat di Libanon, menjatuhkan ratusan ribu dari mereka, terutama di hari-hari terakhir konflik 34 hari dengan “Hizbu Syaithon”. Surat kabar “Israel”, Haaretz mengutip seorang komandan Angkatan Pertahanan “Israel” mengatakan, “yang kami lakukan adalah gila dan mengerikan, kami menutupi seluruh kota dengan bom kluster.” Ini sama persis dengan yang terjadi di Gaza sejak 7 Juli.

Jan Egeland, seorang negarawan Norwegia dan diplomat yang pada saat konflik Libanon adalah pejabat bantuan kemanusiaan di PBB, menggambarkan penggunaan senjata oleh “Israel” sebagai “benar-benar tidak bermoral.” Kritik Egeland ini secara luas dikreditkan dengan membantu untuk menggembleng upaya untuk mencapai perjanjian dua tahun kemudian dikenal sebagai konvensi Munisi Kluster.

Bom Kluster berisi ratusan amunisi kecil peledak, atau bom-bom, biasanya turun dari pesawat atau ditembakkan oleh artileri. Mereka direkayasa untuk meledak di udara dan menyebarkan bom-bom di wilayah yang luas, tidak membedakan antara sasaran militer dan sipil. Banyak bom-bom gagal meledak dan bisa “tertidur” selama beberapa dekade. Di Vietnam dan Laos, Amerika Serikat marak menjatuhkan banyak bom kluster selama era Perang Vietnam. Hingga kini, bom-bom yang belum meledak dan tak sempat “tersisir” masih menjadi ancaman yang membahayakan, sebagaimana dokumentasi yang sempat dirilis oleh para Mujahidin internasional melalui media As-Sahab di forum jihad berjudul: “Cara Mencegah Ulangi Holocaust Gaza,” pada 12 Juni 2009 lalu.


The Cluster Munition Coalition, sebuah kelompok hak asasi manusia dan kelompok-kelompok advokasi perlucutan senjata aktif di lebih dari 100 negara, telah melaporkan korban dari bom Kluster sejak 2009.

Menurut temuan yang dikumpulkan oleh kelompok pelucutan senjata lain, Handicap International, hanya tiga negara lain telah menderita korban bom Kluster yang melebihi Suriah: Laos pada 4837, Vietnam pada 2080, dan Irak pada 2989. Tapi perbandingan langsung menyesatkan karena konflik di negara-negara berlangsung jauh lebih lama dari perang sipil Suriah, yang dimulai pada Maret 2011. Terlebih saat ini, jika dibandingkan dengan korban “Israel” di Gaza, kemungkinan terbesar jumlahnya melebihi semua agresi dengan bom kluster sepanjang sejarah, jika diukur dari total kerusakan dan jumlah korban dalam waktu sesingkat itu.

Libanon, Laos dan Irak adalah salah satu dari 113 negara yang telah menandatangani perjanjian larangan bom Kluster. Suriah, “Israel” dan Vietnam adalah salah satu dari 51 yang belum menyepakatinya, pengelompokan ini juga mencakup China, Rusia dan Amerika Serikat.

Hampir semua negara yang belum menandatangani perjanjian mematuhi ketentuan-ketentuannya. Smentara para pendukung mempertimbangkan pengukuran efektivitas dalam stigma penggunaan munisi kluster. Meski begitu, Koalisi Munisi Kluster melaporkan bulan lalu bahwa mereka telah digunakan tidak hanya di Suriah, tapi juga oleh pihak antagonis dalam konflik Sudan Selatan dan Ukraina, serta di Gaza saat ini.

Mr Egeland, yang kini Sekjen Norwegian Refugee Council, sebuah kelompok advokasi kemanusiaan terkemuka, mengatakan dalam sebuah wawancara telepon bahwa penggunaan bom klaster di Suriah adalah bagian dari efek yang lebih luas terhadap konflik tak manusiawi itu.

“Ini adalah tanda pelanggaran hukum, penggunaan senjata seperti itu, dan itulah mengapa tidak mengejutkan bahwa tempat terburuk di sunia adalah Suriah, karena konflik yang paling kacau di menonton kami,” katanya. “Ini adalah konflik di mana tidak ada prinsip-prinsip yang tersisa, tidak ada norma-norma yang tersisa.” Betul-betul tidak manusiawi, lebih tak berhati daripada binatang sekalipun. Subhanallah. (adibahasan/arrahmah.com)

SUMBER : PASUKAN KHUSUS INDONESIA
Read more ...