DUNIA MILITER TERKINI

Berita Militer Terkini dan Alutsista Militer Indonesia

BREAKING NEWS: Sukhoi Kawal Pesawat Asing Mendarat di Lanud AURI

Wednesday, October 22
TRIBUNNEWS.COM, MANADO - Dua pesawat Sukhoi milik TNI AU meminta pesawat asing yang melintas wilayah Republik Indonesia untuk mendarat di landasan udara AURI, Rabu (22/10/2014).
Beech Carft, pesawat asing berwarna dominan putih mendarat di Lanud AURI sekitar pukul 11.30 Wita. Dari pesawat tersebut, turun dua orang warga asing yang dikawal oleh personel TNI.


Pesawat tempur Sukhoi milik TNI AU.

UPDATE: Dua WNA Penumpang Pesawat Beech Carft Diperiksa Polisi



Laporan wartawan Tribun Manado Alexander Pattyranie

TRIBUNMANADO.CO.ID,MANADO - Dua orang warga negara asing yang menumpang pesawat Beech Carft, diperiksa oleh tim identifikasi dari Polresta Manado.

Hingga berita ini diturunkan, pemeriksaan terhadap dua warga negara asing ini masih dilakukan.
UPDATE: Dua WNA Penumpang Pesawat Beech Carft Diperiksa Polisi
Pesawat pesawat beechcraft yang dikawal Sukhoi saat mendarat di Lanud AURI, Selasa (22/10).
Read more ...

Tim IPB Temukan Teknologi Antiradar dari Tulang Ikan dan Cangkang Udang

Wednesday, October 22
SEPULUH peraih penghargaan HUT Ke-69 TNI berdiri di panggung kehormatan Mabes TNI Cilangkap, 12 Oktober lalu. Mereka merupakan bagian dari upaya TNI mencari anak bangsa yang mampu menciptakan teknologi canggih untuk kepentingan militer. Sebagai penghargaan atas jerih payah penciptaan karya itu, TNI berjanji mengembangkan dan menggunakan teknologi karya anak bangsa tersebut.

Panglima TNI Langsung Minta Uji di Tank


Salah seorang peraih penghargaan itu adalah Bambang Riyanto. Dia mewakili tim IPB yang memenangi kategori inovasi partisipasi publik. Saat naik ke panggung, dia tampak gugup berada di antara ribuan personel TNI yang hari itu mengikuti upacara tersebut.

Apalagi penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Panglima TNI Jenderal Moeldoko. Selain kalangan akademis, penghargaan diberikan kepada para inovator dari masyarakat umum, kepala daerah, serta kalangan militer.

’’Sesuatu yang bermanfaat bagi kepentingan militer pasti akan kami kembangkan. Apalagi (karya) itu tidak mahal dan bisa mengurangi ketergantungan kita pada pihak luar,’’ ujar Moeldoko dalam sambutannya.

Selain IPB, sembilan inovator lain peraih penghargaan adalah Litbang TNI-AD yang merancang bangun senjata Dopper, Litbang TNI-AL yang membuat prototipe swamp boat, serta Litbang TNI-AU yang membikin bom tajam BT-500 untuk pesawat standar NATO.

Di bidang non-alutsista, TNI-AD menyumbangkan pendekatan indeks vegetasi citra satelit pengindraan jarak jauh. Inovasi itu berguna untuk mendeteksi samaran pasukan musuh di medan tertutup.

Lalu, TNI-AL merancang pos AL mandiri energi untuk kawasan terpencil. Sementara itu, TNI-AU membuat jaring komunikasi terintegrasi untuk mewadahi jaringan C4ISR (command, control, communications, computers, intelligence, surveillance, and reconnaissance).

Tiga sisanya diberikan kepada pemerintah daerah dan organisasi publik terkait dengan kebijakan. Di antaranya, RRI yang mengembangkan siaran di kawasan perbatasan; Pemkab Belu, NTT, yang mendukung TNI di perbatasan dengan Timor Leste; serta Pemprov Kaltim yang membuat kawasan ketahanan pangan.

Tim IPB beranggota Bambang bersama dua rekannya. Yakni, Akhiruddin Maddu dan Esa Ghanim Fadhallah. Bambang merupakan dosen di Departemen Teknologi Hasil Perairan, Akhiruddin adalah kepala Departemen Fisika, dan Esa Ghanim merupakan mahasiswa S-2 Teknologi Pascapanen IPB.

Mereka berhasil menciptakan teknologi tinggi antiradar dari bahan-bahan organik sederhana. Yaitu, tulang ikan dan cangkang udang. Bagi kebanyakan orang, dua bahan tersebut justru disisihkan dan dibuang ke tempat sampah.

Tapi, di tangan Bambang, Akhir, dan Esa, tulang ikan dan cangkang udang justru sangat berguna untuk menciptakan karya inovasi yang murah serta canggih.

Menurut Bambang, dua jenis bahan tersebut mengandung komposit chitosan dan hidroksiapatit yang mampu menyerap gelombang radar. Karena gelombang radar tidak memantul, kendaraan tempur yang menggunakan teknologi tersebut akan sulit dideteksi radar musuh.

Ditemui di kampus IPB, Selasa (14/10), Bambang mengakui bahwa temuan timnya bukanlah teknologi antiradar pertama yang berbahan organik. Sebelumnya, pada 2011, Tiongkok merilis penggunaan teknologi antiradar berbahan dasar gelatin.

’’Tapi, ketika kami teliti lebih lanjut, kemampuan gelatin yang berbahan dasar protein itu terbatas. Kami lalu mengganti bahannya dengan karbohidrat,’’ tuturnya.

Teknologi yang dikembangkan Bambang cs kini bakal memperkuat kemampuan persenjataan TNI. Bersama tim peneliti dari internal TNI, mereka akan mengembangkan teknologi tersebut agar kemampuannya makin tinggi dan penggunaannya semakin praktis.

Tim ITB tersebut awalnya tidak menyangka panglima TNI akan memberikan perhatian serius terhadap hasil penelitian mereka.

Mereka memang sengaja mengembangkan teknologi militer, namun sebatas untuk kepentingan penelitian. Tidak disangka, penelitian tersebut diketahui pihak militer dan mereka ditantang untuk mengaplikasikannya dalam sistem persenjataan TNI.

Inovasi tersebut semula merupakan bahan skripsi Esa saat masih menempuh S-1 di Jurusan Teknologi Hasil Perairan IPB pada 2011. Kala itu, Bambang dan Akhir menantang Esa untuk membuat penelitian skripsi yang terkait dengan militer, khususnya antiradar.

Di bawah bimbingan dua dosen tersebut, Esa mulai merancang penelitian yang sayangnya hasilnya kurang baik. Dia lalu mencoba lagi pada 2012 dengan bahan yang berbeda. Kali ini hasilnya dinilai cukup sukses, meski ada kekurangan di sana-sini.

Belum puas, mahasiswa 23 tahun itu pun mengajak Bambang dan Akhir berdiskusi untuk menyempurnakan karya tersebut. Ketiganya lalu memutuskan untuk mengembangkan lagi penelitian itu dengan bahan yang mengandung chitosan dan hidroksiapatit yang terdapat dalam tulang ikan serta cangkang udang.

Di luar dugaan, hasilnya cukup memuaskan. Dua bahan tersebut dianggap paling baik jika dibandingkan dengan bahan-bahan penelitian sebelumnya.

Di tengah rasa syukur itu, kendala muncul lagi. Esa tidak menemukan laboratorium yang cocok untuk menguji penelitian tersebut. Lagi-lagi, kendala infrastruktur menjadi problem. Hal itu diakui Akhiruddin.

Dosen 48 tahun tersebut menuturkan, infrastruktur penelitian di Indonesia masih sangat terbatas. Akibatnya, penelitian sering mandek di tengah jalan karena ketiadaan sarana-prasarana tersebut.

’’Kami selaku dosen hanya bisa membantu lewat networking,’’ tuturnya.

Tiga bulan lamanya mereka menjelajahi laboratorium sejumlah universitas di Indonesia. Termasuk di ITS dan ITB. Mereka tidak mendapatkan alat uji yang cocok untuk penelitian itu. Bila akhirnya tidak menemukannya juga, mereka berencana membawanya ke laboratorium di luar negeri.

Namun, akhirnya mereka menemukan yang dicari di laboratorium Universitas Indonesia (UI). ’’Awalnya kami tidak sampai kepikiran bahwa UI punya alat uji itu,’’ timpal Esa.

Dia amat girang penelitiannya bisa diuji di lab UI. Hasilnya pun langsung keluar dalam waktu sehari.

Penelitian tersebut menghasilkan prototipe teknologi antiradar. Berkat karya itu, Bambang cs lalu diminta mendaftar untuk melakukan presentasi di TNI. Rupanya, selain tim IPB, sudah ada 266 peneliti lain yang ikut kompetisi yang digagas TNI tersebut.

Tim Bambang mendapat jadwal terakhir untuk presentasi. ’’Karya-karya yang dipresentasikan luar biasa. Kami sempat minder melihatnya,’’ tutur Bambang.

Beberapa hari kemudian, telepon yang mengagetkan itu datang juga. Tim IPB diminta mempresentasikan teknologi antiradar tersebut di hadapan panglima TNI secepatnya.

Antara kaget dan tidak percaya, Bambang tidak langsung mengiyakan permintaan itu. Sebab, timnya butuh persiapan. Akhirnya, setelah mengebut selama seminggu untuk mempersiapkan diri, mereka tampil dengan peralatan plus bahan presentasi karya.

Kerja keras mereka tidak sia-sia. Panglima TNI mengapresiasi penelitian tersebut. ’’Beliau minta langsung uji coba di tank. Kami kaget lagi,’’ kenangnya.

Mereka kembali harus bekerja keras untuk merampungkan peralatan antiradar tersebut. Hasilnya cukup memuaskan.

Kini setelah karya mereka dinyatakan berhak meraih penghargaan, Bambang dkk tidak bisa berleha-leha. Pasalnya, mereka harus segera bekerja sama dengan tim Litbang TNI untuk mengembangkan teknologi tersebut agar lebih simpel dan praktis.

Salah satu faktor TNI mau menggunakan teknologi karya Bambang cs adalah biayanya yang terjangkau serta bahannya yang mudah didapatkan. Sebagai negara maritim, Indonesia tidak akan kekurangan bahan organik chitosan dan hidroksiapatit. TNI berencana memproduksi teknologi tinggi itu di PT Pindad (Perindustrian Angkatan Darat).

’’Kami tentu saja bangga penelitian kami dihargai setinggi itu,’’ tandas Bambang. (Bayu Putra/*/c5/ari)

detikmiliter.com
Read more ...

Jerman Tangkap Pemasok Pakaian dan Sepatu Militer untuk ISIS

Wednesday, October 22
BERLIN, KOMPAS.com - Polisi anti-teror Jerman telah menahan seorang pria yang dikenal dengan nama "Si Penjahit" yang diyakini mengelola pabrik tekstil rahasia untuk memasok pakaian dan sepatu militer untuk Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).Pria Lebanon berusia 31 tahun itu yang diidentifikasi bernama Kassem R, masih tidur lelap di kediamannya di pinggiran kota Bonn ketika pasukan khusus Jerman GSG-9 meledakkan pintu depan apartemennya.
Seorang anggota milisi Arab Lebanon membidikkan senjatanya saat bentrokan dengan pasukan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) di Jurf al-Shaka, 70 kilometer sebelah selatan Baghdad.

Si Penjahit kemudian ditangkap tanpa perlawanan. Dari kediaman pria itu, kepolisian Jerman menyita sejumlah komputer, telepon genggam dan berbagai dokumen.

Aparat keamanan Jerman menduga pria ini memasok seragam militer untuk ISIS, 7.500 pasang sepatu, 6.000 jaket militer dan 100 kaus militer. Sebuah barang itu bernilai sekitar 100.000 poundsterling atau hampir Rp 2 miliar.

Sementara itu, dalam penggerebekan lain aparat keamanan Jerman menahan 15 orang lain yang diduga memiliki keterkaitan dengan ISIS.

Seorang pria keturunan Tunisia Kamel Ben Yahia (38) diduga kuat juga mengirimkan pakaian dan uang untuk ISIS. Sementara Yusup G (28) seorang warga Rusia diyakini bertanggung jawab untuk pengapalan benda-benda itu ke Suriah dan Irak.

Sejauh ini, pemerintah Jerman memperkirakan 400 orang warganya kini berada di Suriah dan Irak untuk bertempur bersama ISIS. Dinas intelijen Jerman mengatakan sistem infrastruktur Jerman yang sangat bagus justru mempermudah para pendukung ISIS untuk mengirimkan berbagai kebutuhan perang.
Read more ...

Militer AS di Jepang Pasang Radar Canggih X-Band

Wednesday, October 22

TOKYO - Menghadapi serangan tak terduga--terutama peluru kendali dari negara luar--melalui bantuan militer AS, Jepang berjaga-jaga dengan mulai memasang radar canggihnya yang bisa mendeteksi sangat cepat adanya serangan. Radar buatan Amerika "Radar X-Band", Senin (20/10/2014) kemarin dikirimkan ke daerah markas militer AS di Tangocho, Kyoto, khususnya markas AS Kyogamisaki.
Militer AS di Jepang Pasang Radar Canggih X-Band

Radar tersebut dari Bandara Komatsu, perfektur Ishikawa dan tiba Selasa (21/10/2014) pagi di pangkalan militer AS di Kyoto Jepang. Upaya mempercepat operasional Radar X-band dilakukan dan diperkirakan Desember sudah dapat beroperasi kantor komunikasi AS tersebut.

Transportasi radar TPY-2 sejak kemarin sekitar pukul 21.00 diantar mobil patroli polisi Jepang dengan mobil trailer untuk panjang radar sekitar 13 meter dengan berat 34 ton, diimpor dari Amerika Serikat dan tiba di bandara Badan Pertahanan Udara (SDF) Jepang yang ada di Komatsu, kemudian langsung ditransportasikan ke Kyoto.

Saat transportasi dilakukan semua lampu lalulintas yang dilewatinya berubah menjadi lampu hijau, langsung menuju ke Kyotango dalam penjagaan keamanan yang ketat.

"Warga dan organisasi masyarakat sipil, tidak tahu hal tersebut karena tidak diinformasikan ke publik tentang konstruksi dasar dan dampak lingkungan dari radar tidak diungkapkan," tulis koran Kyoto Shimbun, Selasa (21/10/2014).

Radar tersebut mengkhususkan diri dalam pelacakan dan deteksi rudal balistik radar X-band. Deployment di Jepang ada dua kelompok, di mana yang pertama dengan gaya mobilisasi militer oleh kantor komunikasi militer Amerika Serikat pada bulan Juni 2006 di Tsugaru, Aomori sebelah utara Jepang.

Lalu besok, Rabu (22/10/2014) dijadwalkan pasukan angkatan udara AS Divisi 14 yang ada di Kyogamisaki, akan mengungkapkan radar tersebut, dalam ucapara Angkatan Darat Amerika Serikat yang dipimpin oleh Komandan Jason Albright disertai sekitar 160 tentara AS dan pegawai sipil.TRIBUNNEWS.COM,
 
Read more ...

25 sipil Suriah termasuk 7 anak gugur dalam serangan udara rezim Nushairiyah di Daraa

Wednesday, October 22
DARAA  – Setidaknya 25 warga sipil Suriah, termasuk 7 orang anak dan 2 perempuan, telah gugur dalam serangan udara pengecut oleh pasukan rezim Nushairiyah di kota-kota di dekat perbatasan Yordania, ujar kelompok pemantau. Jaringan Suriah untuk Hak Asasi Manusia (SNHR) mengatakan lebih dari 25 orang telah dibunuh dalam serangan udara di Nasib, Al-Yadouda dan Al-Jiza, kota-kota di provinsi Daraa, seperti dilaporkan Zaman Alwasl pada Selasa (21/10/2014).


Serangan udara oleh pasukan rezim Nushairiyah yang menghantam Daraa. (Foto : Zaman Alwasl)
Angkatan udara rezim Syi’ah pimpinan Assad telah melancarkan lebih dari 200 serangan udara di seluruh negeri dalam 36 jam terakhir, menurut Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia (SOHR).

Sejak tengah malam pada Ahad (19/10), setidaknya terjadi 210 serangan udara pengecut oleh rezim termasuk serangan bom barel di provinsi timur, utara dan barat negara itu.

Dalam peristiwa terpisah, kantor berita pro-oposisi, SMART, mengatakan pasukan oposisi telah menewaskan 55 tentara rezim dalam pertempuran yang terjadi di Morek dan Kafr Zeita di utara Hama.

Aktivis mengatakan pasukan Assad yang didukung oleh militan Syi’ah asal Libanon, “Hizbullah” berencana untuk menyerbu Kafr Zeita sejak kota tersebut menjadi rute utama untuk pengiriman pasokan senjata pejuang Suriah di Morek.

Sementara itu di Aleppo, pejuang dari Gerakan Hazm dilaporkan telah menghancurkan dua jet tempur rezim di Bandara Militer al-Nairab. (haninmazaya/arrahmah.com)
Read more ...

Sengketa dengan Cina, Jepang-AS Siap Gelar Latihan Militer

Wednesday, October 22
TOKYO -- Jepang mengatakan akan menggelar latihan militer gabungan dengan Amerika Serikat pada November, Selasa (21/10). Latihan tersebut dilakukan untuk memastikan hubungan baik militer kedua negara dan mendorong kemampuan pertahanan negara.
Latihan lapangan dengan sandi "Keen Sword" dilakukan setiap dua tahun. Latihan digelar di tengah sengketa wilayah pulau antara Jepang dan Cina, dan kekhawatiran mengenai program nuklir Korea Utara.
Japanese Ground Self-Defense Force soldiers disembark from a US Marine MV-22 Osprey during a US-Japan joint military drill at the Camp Pendleton Marine ...

Latihan tersebut akan dilakukan pada 8-19 November. Pejabat Kementerian Pertahanan Jepang mengatakan latihan tidak menargetkan negara tertentu.

Sekitar 10 ribu tentara AS dan 30.700 tentara Jepang berpartisipasi dalam latihan itu. Latihan laut akan dilaksanakan di pulau Kyushu, bukan di Laut Cina Timur.

Ketegangan antara Cina dan Jepang meningkat setelah Tokyo pada 2012 mengklaim tiga pulau di Laut Cina Timur yang disebut Senkaku di epang dan Diaoyu di Cina.

Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe mengambil keputusan bersejarah Juli lalu dengan mengizinkan militer Jepang bertempur di luar negeri. Pasca perang pasifik Jepang melarang militernya bertempur di luar negeri. Keputusan tersebut disambut baik AS, namun membuat Cina marah.REPUBLIKA.CO.ID, 
 
Read more ...

Tentara Transgender Dunia Berupaya Akhiri Pandangan Tabu Militer AS

Wednesday, October 22
Washington - Perkumpulan tentara transgender dunia tengah berusaha mengubah pandangan otoritas dan militer Amerika Serikat terhadap diri mereka. Keberadaan transgender dalam militer AS hingga kini masih dianggap tabu.Sejumlah tentara dari negara asing berkumpul di Washington, AS untuk saling berbagi pengalaman. Forum ini diharapkan mampu mendorong Pentagon dan pemerintah AS agar mengakhiri aturan tabu mereka, yakni melarang transgender untuk bertugas aktif sebagai tentara AS.



Mayor Donna Harding yang bergabung dengan militer Australia menuturkan pengalamannya. Menurutnya, dirinya bergabung dengan militer untuk menekan hal yang telah ia ketahui sejak anak-anak, yakni dia seorang perempuan yang terjebak dalam tubuh laki-laki.

"Ini sebenarnya jalur yang wajar bagi orang yang mengalami konflik jenis kelamin, berusaha untuk memperbaiki apa yang kita lihat sebagai kesalahan dalam diri kita, dan saya melihat militer sebagai cara untuk memperbaikinya," ucap Harding seperti dilansir AFP, Selasa (21/10/2014).

Sebanyak 18 negara di dunia telah mengizinkan tentara transgender untuk tetap mengabdi. Negara-negara tersebut termasuk sekutu utama AS, seperti Australia, Inggris, Kanada, Swedia dan Selandia Baru.

Namun tidak demikian halnya di AS, yang hanya ada sedikit pembahasan soal perluasan dan perjuangan hak yang sama bagi warga transgender. Meskipun pada tahun 2011 lalu, aturan "Don't Ask, Don't Tell" yang melarang kaum gay untuk bergabung dengan militer, telah dicabut.

Diperkirakan ada sekitar 15.500 warga transgender yang kini mengabdi pada militer AS, tapi di bawah aturan yang berlaku, jika mereka ketahuan oleh otoritas militer, maka mereka akan dipecat

Setelah sepenuhnya menjadi wanita, kini Harding ditugaskan di Royal Australian Nursing Corps. Menurutnya, keterbukaan dan ketulusan merupakan kunci untuk menjalankan tugas sebagai tentara dengan baik.

Sementara Mayor Alexandra Larsson yang mengabdi sebagai tentara intelijen pada Angkatan Udara Swedia menuturkan, dirinya sangat beruntung karena mendapat banyak dukungan ketika memutuskan menjadi seorang wanita.

"Masalahnya hari ini ialah, semua bergantung pada siapa diri Anda dan dari mana Anda. Dan seharusnya tidak seperti itu. Setiap orang harus memiliki kesempatan yang sama ... tapi semoga orang-orang bisa melihat kepada saya dan setidaknya mengatakan 'bagi dia, itu mungkin'," tuturnya.

Ada pula Sersan Lucy Jordan yang merupakan orang pertama di dalam militer Selandia Baru, yang berganti kelamin menjadi seorang wanita saat masih aktif bertugas. Jordan memuji setiap dukungan yang dia dapatkan, termasuk dari atasan militernya.

"Apa yang diberikan organisasi saya kepada saya, dan apa yang kita lakukan ini, ialah yang terutama tentang investasi hal terpenting dalam organisasi, yakni sumber daya manusianya," tandasnya.
Read more ...

Pangkalan Militer Tanjung Datu Beroperasi 2015

Wednesday, October 22
JAKARTA - TNI segera merealisasikan pangkalan militer baru di kawasan Tanjung Datu, Kalimantan Barat (Kalbar). Pangkalan tersebut ditargetkan bisa beroperasi pada 2015.
Keberadaan pangkalan itu dinilai strategis karena berkaitan dengan posisi Indonesia di Laut China Selatan.Saat ini perencanaan pangkalan tersebut sudah siap dan pengerjaannya mulai dilakukan. Pangkalan itu sebenarnya adalah pengembangan dari pangkalan udara sederhana yang dimiliki TNI di kawasan tersebut. TNI hanya perlu memperluas dan penambahan lahan sudah disetujui Pemprov Kalbar.


Kapuspen TNI Mayjen Mochamad Fuad Basya menjelaskan, landasan udara di pangkalan itu saat ini hanya sepanjang 1.600 meter. "Nantinya akan kami tambah jadi 2.500 meter. Sehingga pesawat-pesawat besar bisa mendarat," ujarnya kemarin (21/10).

Kemudian, barak tentara yang disiapkan untuk pasukan infanteri TNI-AD akan ditambah. Rencana awalnya, setidaknya satu divisi akan ditempatkan di Tanjung Datu.
Pangkalan tersebut merupakan pangkalan terintegrasi antara TNI-AD, AL, dan AU. Karena itu, di sana juga disiapkan sekaligus pangkalan AL, bukan lagi pos AL seperti yang ada saat ini.

"Kami harap awal 2015 anggaran untuk itu sudah bisa turun sehingga bisa segera beroperasi," ucapnya.
Sebab, pemindahan pasukan membutuhkan perencanaan dan biaya yang tidak sedikit. Selain itu, Mabes TNI akan menambah jumlah kapal perang dan pesawat di landasan tersebut. Untuk kapal maupun pesawat, jumlahnya masih dibahas karena kebutuhan di kawasan lainnya juga cukup besar.

Pembangunan pangkalan militer itu awalnya merupakan respons atas tindakan Malaysia yang memasang tiang pancang mercusuar di grey area Tanjung Datu. Hal tersebut memantik reaksi pemerintah Indonesia maupun TNI. Akhirnya, dalam sebuah kesepakatan, Malaysia bersedia tidak melanjutkan pembangunan mercusuar itu.

Belakangan, rupanya Malaysia sudah membongkar tiang-tiang pancang tersebut. Pembongkaran dilakukan pada Jumat sore (17/10). Fuad menjelaskan, Malaysia meminta syarat tidak ada kapal TNI yang lewat saat pembongkaran berlangsung. Permintaan itu dipenuhi TNI-AL.

"Dengan pembongkaran itu, artinya Malaysia kembali menghormati kawasan tersebut sebagai grey area alias kawasan sengketa," tambah Fuad.
Meski begitu, pembangunan pangkalan militer tetap dilanjutkan. Tujuannya pun menjadi lebih luas, yakni memastikan kekuatan Indonesia di kawasan Laut China Selatan, terutama perairan Natuna yang menjadi teritorial NKRI. (byu/c9/end)

Read more ...

Taukah Anda Ahli Pakar Radar dan UAV Dunia Asal Indonesia?

Tuesday, October 21

 

Josaphat Tetuko, Pakar Radar dan UAV Dunia Asal Indonesia


Jakarta : Dua matanya selalu berbinar, seakan memancarkan energi positif. Dialah Josaphat Tetuko Sri Sumantyo, perekayasa radar dan pesawat nirawak asal Indonesia yang kini berkarya di Jepang.

Ditemui Kompas.com di Hotel Pullman, Jakarta,  Josaphat berkisah tentang masa kecil, perjuangannya meniti karier, karya, serta mimpi yang masih dimiliki pada usianya yang menginjak 44 tahun. Selain berbincang tentang perjalanan hidupnya, ia juga memberikan pandangannya tentang gagasan drone yang diungkapkan Presiden terpilih Joko Widodo.

"Saya senang menatap mata orang ketika berbicara," katanya. Mungkin seperti kata pepatah, mata adalah jendela hati. Dengan menatap mata, kepribadian dan isi hati seseorang bisa diketahui.

"Hal yang begitu menyedihkan ketika masih mendapati mata pemuda yang terlihat lesu, tatapannya kosong, seakan banyak masalah yang mesti dipikirkannya. Sempatkah mereka berpikir untuk dunia," ujarnya.

 
Josh, demikian nama panggilannya, terlahir dari seorang ayah yang bekerja di TNI Angkatan Udara. Latar belakang keluarga ini menjadi salah satu faktor yang memupuk minatnya pada radar dan pesawat nirawak.

Pada umur empat tahun, Josh sudah diajak ke kantor ayahnya yang saat itu menjadi anggota Pasukan Gerak Tjepat TNI AU. Ia berkeliling markas militer, melihat ragam teknologi. Ia lalu menemukan dan jatuh cinta pada radar.

“Radar itu buatannya siapa? Buatan orang Indonesia, ya?" demikian ia sering bertanya. Sayangnya, jawabannya bukan. Dia pun kecewa. "Padahal, saya bangga kalau itu buatan orang Indonesia," imbuhnya.

Kegemarannya berkeliling, mengamati, dan menghitung radar kerap menjadi bahan obrolan para tentara yang bertugas piket. Tak jarang, dia "diomeli" karena aktivitasnya yang mungkin mengganggu itu.

Beranjak dewasa, ternyata kecintaannya pada radar tak hilang. Lulus SMA, cita-citanya adalah mempelajari dan menciptakan radar. Ia melirik universitas yang menawarkan program aeronautika di Amerika Serikat, Jepang, dan Eropa.

Beasiswa ke Jepang memang kemudian dikantongi. Sayangnya, bukan pada jurusan aeronautika, melainkan elektronika. Josh remaja sempat kecewa. Tetapi, ia pun mengambil kesempatan belajar elektronika itu.

Masuk ke Kanazawa University, impian Josh akan radar tak padam. Pada tingkat empat, ia mencari-cari pelajaran tentang radar. Ia pun menemukan mata kuliah yang berkaitan dengan radar, yaitu satelit dan keantariksaan.

Lulus tahun 1995, Josh menjadi orang Indonesia pertama yang berhasil membuat radar bawah tanah. Pria yang kerap dijuluki "The Smiling Professor" ini pun melanjutkan studi tingkat master untuk memperdalam bidang radar.

Menempuh pendidikan tingkat doktoral, Josh mengambil bidang Synthetic Apperture Radar (SAR) di Center Environmental Remote Sensing. Di institusi itu, dia berkenalan dengan SAR. Di sana juga ia kini berkarya.

Gurita pendidikan

Seorang guru besar dari University of Illinois, Prof Em Wolfgang-Martin Boerner memberikan julukan "Academy of Octopus" atau gurita pendidikan kepada Josh. Julukan itu terkait dengan sepak terjangnya dalam radar.

Pada masa susah hidupnya di Jepang, Josh harus banyak meneliti agar bisa mendapatkan beasiswa. Ia akhirnya mendapatkan beasiswa tambahan dari Sato Yo Internasional Foundation. Sekarang, dia menjadi assessor di lembaga tersebut.

Saat mengenyam pendidikan doktoral, Josh rajin menulis paper. Hingga usia 25 tahun, Josh telah menghasilkan 16 paper. Jumlah itu tiga kali lebih banyak dari yang disyaratkan untuk menjadi seorang dosen. Alhasil, Josh pun mendapat banyak tawaran mengajar.

"Saya tidak menyangka rekrutmen staf pengajar di Jepang dinilai dari jumlah paper yang dibuat. Saya langsung diangkat menjadi dosen, tanpa melalui tingkat asisten dulu," tuturnya.

Beberapa universitas yang memberikan tawaran mengajar ataupun menjadi staf antara lain Leicester University, Kanazawa University, serta Massachusetts Institute of Technology. Ia kemudian memilih di Chiba University, Jepang.

Sejak 1 April 2013, Josh terdaftar sebagai profesor termuda di Chiba University. Ia telah menghasilkan radar, satelit, dan pesawat nirawak. Ia juga mengantongi 120 paten, 500 kali presentasi di banyak negara, serta profesor dengan dana terbanyak.

Lebih dari itu, Josh juga mengepalai sebuah laboratorium di Jepang bernama Josaphat Microwave Remote Sensing Laboratory (JMRSL). Di sanalah ia melakukan rekayasa dan riset radar serta pesawat nirawak.

Salah satu karya Josaphat adalah pesawat nirawak Josaphat Laboratory Large Scale Experimental Unmanned Aerial Vehicle (JX-1). Pesawat nirawak itu adalah yang terbesar di Asia, berukuran 6 meter serta dapat membawa sensor hingga seberat 30 kg.



Impian

Selain dosen dan perekayasa, Josh juga seorang filantropi. Sejak tahun 2002, bersama keluarganya, ia mendirikan yayasan pendidikan Pandito Panji Foundation. Nama yayasan itu diambil dari nama putranya sendiri.

Yayasan itu memberikan beasiswa penuh bagi anak-anak bangsa sejak duduk di bangku sekolah dasar hingga master. “Untuk tingkat doktor, kita biarkan mereka untuk mencari dana sendiri agar mereka punya kebanggaan sudah membiayai dirinya sendiri,” tutur Josh.

Josh juga memberi kesempatan kepada orang Indonesia untuk mengenyam program pendidikan singkat di Jepang. Selain belajar, orang Indonesia juga diharapkan mengenal Jepang dengan kedisiplinan, ketekunan, dan kemanusiaannya walaupun relatif tak beragama.

Dana yayasan yang didirikan Josh di antaranya berasal dari uang pribadi. Ada satu impian Josh, yaitu agar orang Indonesia lebih maju. Ia juga bisa berperan bagi Indonesia meskipun tidak bekerja di Indonesia.

“Ini kesempatan saya memberikan banyak manfaat bagi anak-anak Indonesia untuk belajar di luar. Mudah-mudahan dalam 5-10 tahun ke depan, agen-agen saya ini bisa memperbaiki Indonesia. Saya kira bisa. Mungkin suatu saat juga ada pengganti saya,” harapnya.

Gemar mengumpulkan peta kuno, Josh juga mempunyai impian untuk mendirikan museum peta dan teknologi bila usianya menginjak 65 tahun nanti. Ia bercita-cita membangunnya di wilayah Narita. Di museum itu, ia berharap bisa menginspirasi orang lain dengan menunjukkan teknologi yang telah dibuatnya.

"Ini semacam time mark dalam hidup saya. Suatu saat akan bercerita tentang perjalanan hidup saya, tentang apa saja yang telah saya capai,” katanya.

Josaphat juga memimpikan Indonesia yang lebih baik dari saat ini. Menurut dia, Indonesia tidak bisa terus mengejar ketertinggalan, tetapi berupaya menjadi pemimpin. Salah satu pilarnya adalah lewat edukasi dan riset.
Sumber :  KOMPAS
Read more ...

Kejujuran Tukang Becak yang Diangkat Anak oleh Jenderal TNI

Tuesday, October 21
Sang Jenderal yang berpakaian sipil bertanya kepada si penarik becak itu, kenapa tidak ikut menjarah. "Itu perbuatan haram. Saya tidak pernah diberi makan barang haram oleh orangtua saya".

Kejujuran Tukang Becak yang Diangkat Anak oleh Jenderal TNI
Mustafa Di Buku Agum Gumelar Jenderal Bersenjata Nurani (Merdeka.com)




Dream - Hari itu Makassar begitu mencekam. Kerusuhan berbau Suku, Agama, Ras dan Antargolongan (SARA) meletus di ibukota Sulawesi Selatan. Toko-toko dan rumah milik warga keturunan dijarah kemudian dibakar.

Dalam kerusuhan 15-17 September 1997 itu Sekitar 2.000 rumah dan toko hancur, dibakar dan dijarah. Tak kurang dari 80 mobil dan 150 sepeda motor jadi sasaran amuk massa. Total kerugian mencapai Rp 17,5 miliar.

Tragedi ini dikenang sebagai Peristiwa September. Saat itu Panglima Kodam Wirabuana dipegang Mayjen Agum Gumelar.

Saat patroli, Agum melihat seorang pemuda duduk di atas becaknya. Sementara ribuan orang lain sibuk menjarah toko-toko yang terbakar.

Mayor Jenderal Agum yang berpakaian sipil bertanya pada pemuda itu kenapa tidak ikut menjarah. Jawaban tukang becak bernama Mustafa tersebut mengejutkan Agum.

"Itu perbuatan haram. Saya tidak pernah diberi makan barang haram oleh orangtua saya," kata Mustafa tegas.

Kisah ini dituliskan Agum dalam biografinya Agum Gumelar Jenderal Bersenjata Nurani terbitan Pustaka Sinar Harapan 2004.

Agum kagum pada pemuda itu. Dia kemudian memberi uang Rp 20.000, tapi Mustafa menolaknya. Mustafa tidak tahu berhadapan dengan seorang Panglima Kodam.

Setelah Kapolres dan Komandan Kodim ikut mendesak, barulah Mustafa menerimanya. Uang dari Agum pun tak dipakai oleh Mustafa. Dia hanya menyimpannya saja.

Mustafa pemuda jujur berkemauan besar. Meninggalkan kampungnya di Janeponto demi melanjutkan SMA di Makassar.

Mustafa tak mau hanya jadi lulusan SMP dan jadi petani. Dia punya mimpi sekolah setinggi-tingginya. Demi sekolah, pemuda belasan tahun itu jadi penarik becak. Sehari-hari, dia ditampung oleh pamannya.

Mustafa juga baru tahu setelah koran-koran ramai memberitakan Pangdam Wirabuana mencari tukang becak untuk diberi penghargaan sebagai teladan. Akhirnya bertemulah Mustafa dengan Agum Gumelar.

Agum kemudian mengangkat Mustafa sebagai anak angkat. Dia menanggung semua biaya sekolah Mustafa. Agum juga mengajak Mustafa tinggal di rumah dinas Pangdam.

Pada 1998, Agum dipindah ke Jakarta. Dia berniat mengundang Mustafa untuk mengikuti perayaan sumpah pemuda di ibukota. Namun rupanya ada kabar duka dari Makassar.

Mustafa sudah meninggal dunia. Ternyata sudah lama Mustafa sakit-sakitan. Dia tak pernah menyampaikan hal itu pada Agum.

Penarik becak yang jujur itu sempat dirawat di sebuah rumah sakit, tapi karena tak ada biaya perawatan hanya asal-asalan.

Agum melayat ke Janeponto, dia disambut ribuan warga. Secara tak resmi, Mustafa diangkat jadi pahlawan kejujuran dari Janeponto. Mereka semua berduka atas kematian seorang pemuda yang layak jadi teladan.

(Sumber: Merdeka.com)
Read more ...

Apa itu Hamas Dan Syarat menjadi pejuang Hamas (Izzudin Al-Qossam)

Tuesday, October 21
 
Apa itu Hamas? Fakta, Sejarah  Dan Syarat menjadi pejuang Hamas 


Hamas (bahasa Arab: حماس Ḥamās, akronim dari Harakat al-Muqawwamatul Islamiyyah حركة المقاومة الاسلامية Ḥarakat al-Muqāwamah al-ʾIslāmiyyah, secara harfiah "Gerakan Pertahanan Islam" dan kata Arab untuk 'ketekunan'), adalah organisasi PalestinaIslam Sunni, dengan sayap militer terkait, Izz ad-Din al-Qassam,di wilayah Palestina.

Sejak tahun 2007, Hamas telah memerintah Jalur Gaza, setelah memenangkan mayoritas kursi di parlemen Palestina pada pemilihan parlemen Palestina tahun 2006 dan mengalahkan organisasi politik Fatah dalam serangkaian bentrokan. Israel, Amerika Serikat, Kanada, Uni Eropa, Yordania, Mesir dan Jepang mengklasifikasikan Hamas sebagai organisasi teroris, sementara Iran, Rusia,Turki,Cina dan banyak negara di seluruh dunia Arab tidak mengambil sikap atas Hamas.

Berdasarkan prinsip-prinsip fundamentalisme Islam yang memperoleh momentum di seluruh dunia Arab pada 1980-an, Hamas didirikan pada tahun 1987 (selama Intifadhah Pertama) sebagai cabang dari Ikhwanul Muslimin Mesir.Sheik Ahmed Yassin sebagai pendiri menyatakan pada tahun 1987, dan Piagam Hamas menegaskan pada tahun 1988, bahwa Hamas didirikan untuk membebaskan Palestina dari pendudukan Israel dan mendirikan negara Islam di wilayah yang sekarang menjadi Israel, Tepi Barat, dan Jalur Gaza. Namun, pada bulan Juli 2009, Khaled Meshal, kepala biro politik Hamas, mengatakan organisasi itu bersedia bekerja sama dengan "resolusi konflik Arab-Israel yang termasuk negara Palestina berdasarkan perbatasan tahun 1967", asalkan pengungsi Palestina memegang hak untuk kembali ke Israel dan Yerusalem Timur menjadi ibu kota negara baru.Namun, Mousa Abu Marzook Mohammed, wakil ketua biro politik Hamas, mengatakan pada tahun 2014 bahwa "Hamas tidak akan mengakui Israel", dan menambahkan "ini adalah garis merah yang tidak bisa dilewati".


Izz ad-Din al-Qassam, sayap militer yang berafiliasi dengan Hamas, telah meluncurkan serangan terhadap Israel, terhadap penduduk sipil dan sasaran target militer.Serangan terhadap sasaran sipil telah menyertakan serangan roket dan dari tahun 1993 hingga 2006, bom bunuh diri. Serangan terhadap sasaran militer menyertakan tembakan senjata ringan, roket dan serangan mortir.

Pada bulan Juni 2008, sebagai bagian dari gencatan senjata yang ditengahi Mesir, Hamas menghentikan serangan roket ke Israel dan melakukan beberapa upaya untuk mencegah serangan oleh organisasi lain. Setelah masa tenang selama empat bulan, konflik meningkat ketika Israel melakukan aksi militer dengan tujuan untuk mencegah penculikan yang direncanakan oleh Hamas, menggunakan terowongan yang digali di bawah pagar keamanan perbatasan,[rujukan rusak] dan menewaskan tujuh operator Hamas. Sebagai pembalasan, Hamas menyerang Israel dengan rentetan roket.Pada akhir Desember 2008, saat Israel menyerang Gaza dan menarik pasukannya dari wilayah pada pertengahan Januari 2009. Setelah Perang Gaza, Hamas terus memerintah Jalur Gaza dan Israel mempertahankan blokade ekonomi. Pada tanggal 4 Mei 2011, Hamas dan Fatah mengumumkan perjanjian rekonsiliasi yang menyediakan untuk "pembentukan pemerintah Palestina sementara secara bersama" sebelum pemilihan nasional yang dijadwalkan pada 2012. Menurut laporan berita Israel yang mengutip pemimpin Fatah Mahmoud Abbas, sebagai syarat bergabung dengan PLO, Khaled Meshaal setuju untuk menghentikan "perjuangan bersenjata" melawan Israel dan menerima negara Palestina dalam perbatasan tahun 1967, di samping Israel.



Etimologi

Hamas adalah akronim dari frase bahasa Arab حركة المقاومة الاسلامية atau Harakat al-Muqawama al-Islamiyya, yang berarti "Gerakan Perlawanan Islam". Kata Arab Hamas juga berarti pengabdian dan semangat di jalan Allah.Piagam Hamas menafsirkan namanya yang berarti "kekuatan dan keberanian"


Tujuan


Piagam Hamas 1988 menyatakan bahwa Hamas "berusaha untuk menaikkan bendera Allah di setiap inci dari Palestina" (Pasal Enam). Pasal Tiga puluh Salah satu dari Piagam negara: "Di bawah sayap Islam, adalah mungkin bagi para pengikut tiga agama -Islam, Kristen dan Yahudi- untuk hidup berdampingan dalam damai dan tenang dengan satu sama lain"

Setelah pemilu tahun 2006, pendiri Hamas Mahmoud Al-Zahar tidak menutup kemungkinan menerima "solusi dua-negara sementara", dan menyatakan bahwa ia bermimpi "menggantung peta besar dunia di dinding rumah saya di Gaza yang tidak menunjukkan Israel di atasnya". Xinhua melaporkan bahwa Al-Zahar "tidak menutup kemungkinan memiliki Yahudi, Muslim dan Kristen yang hidup di bawah kedaulatan sebuah negara Islam". Pada akhir 2006, Ismail Haniyeh, pemimpin politik Hamas, mengatakan bahwa jika negara Palestina terbentuk berdasarkan batas 1967, Hamas bersedia untuk menyatakan gencatan senjata yang bisa bertahan selama 20 tahun, dan menyatakan bahwa Hamas tidak akan pernah mengakui "perampas pemerintah Zionis" dan akan terus "seperti gerakan jihad sampai pembebasan Yerusalem".

Israel telah menolak beberapa tawaran gencatan senjata dengan Hamas karena berpendapat kelompok itu menggunakan upaya genjatan untuk mempersiapkan pertempuran yang lebih besar daripada tujuan perdamaian.Kolumnis Majalah Atlantic Jeffrey Goldberg, bersama dengan analis lain, percaya Hamas mungkin tidak mampu melakukan rekonsiliasi permanen dengan Israel. Mkhaimer Abusada, seorang ilmuwan politik di Universitas Al Azhar, menulis bahwa perundingan Hamas "dari hudna [gencatan senjata sementara], bukan perdamaian atau rekonsiliasi dengan Israel. Mereka percaya dari waktu ke waktu mereka akan cukup kuat untuk membebaskan semua Palestina yang bersejarah."



Tokoh-Tokoh

  1. Mahmoud al-Zahar
  2. Sheikh Ahmed Yassin
  3. Yahya Ayyash
  4. Abdullah Yusuf Azzam
  5. Abdel Aziz al-Rantissi
  6. Khaled Meshal
  7. Ismail Haniya
Hamas
حركة المقاومة الاسلامية
PemimpinKhaled Mashaal,
Ismail Haniya ,Mahmoud Zahar
PendiriSheikh Ahmed Yassin
Didirikan1987
Kantor pusatGaza
IdeologiFundamentalisme Islam,
Sunni Islamisme,
Afiliasi internasionalIkhawanul Muslimin
Bendera partai
Flag of Hamas.svg



Syarat menjadi pejuang Hamas (Izzudin Al-Qossam):

  1. Hafal 30 juz Al-Qur'an
  2. Hafal hadits arba'in
  3. Tidak absen sholat subuh 3 bulan berturut
  4. Tidak absen sholat jama'ah 5 waktu selama 40 hari berturut2
  5. Tidak absen halaqoh pengajian 2 tahun berturut2

Amerika dan Israel bilang pejuang Hamas adalah teroris. Menurutmu yang teroris itu Hamas atau Israel/Amerika?
Read more ...

PT Pindad Kembangkan Senjata SS1 Marinir

Monday, October 20

BANDUNG:(DM) - PT Pindad, terus berinovasi mengembangkan produknya. Saat ini, BUMN tersebut sedang menyiapkan senjata marinized SS1 yang disiapkan untuk marinir.

"Jadi senjata ini untuk medan berat seperti sungai," ujar Dirut PT Pindad, Sudirman Said kepada Republika
Perlu diketahui, proses pelapisan khusus, menjadikan senjata SS1 Marinized tahan terhadap air laut atau tidak mudah berkarat. Bahkan, senjata tetap berfungsi setelah terendam lumpur atau pasir. Sentuhan warna yang elegan, membuat SS1 Marinized tampak lebih gagah.

Menurut Sudirman, untuk senjata tempur PT Pindad sedang menyelesaikan modifikasi (retrofit) tank AMX-13 milik TNI. Populasinya besar, sekitar 40 unit se-Indonesia. Untuk tahap pertama, PT Pindad akan menyerahkan 9 unit ke Dephan. "Kalau ini berhasil, bisa dapat tambahan," katanya.
Sedangkan untuk SS1 Marinized, kata dia, ordernya belum ada. Karena, baru tahap perkembangan. Tapi, produk yang lain, banyak sekali. Misalnya, roket yang sifatnya development.

Dikatakan Sudirman, untuk tank, PT Pindad akan bekerja sama dengan Eropa. Karena, tank itu ada dua komponen. Yakni, komponen kendaraan dan turet (untuk senjatanya). Secara kendaraan, PT Pindad cukup mapan karena memiliki pengalaman dalam memproduksi panser. "Turet, akan kerja sama dengan perusahaan Perancis," katanya.

Kalau kerjasama dengan Perancis, kata dia, mereka akan membangun pabrik di Indonesia. Jadi, nantinya PT Pindad bisa menyuplai ke partner Perancis. Misalnya, negara Arab. "Kami sudah sertifikasi. Jadi secara industri kami memenuhi syarat menjadi pemasok mereka," katanya.

Republika
Read more ...